Jakarta—Anggota Komisi I DPR RI Okta Kumala Dewi mengimbau masyarakat tetap tenang dan rasional saat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Menurut Okta, konflik di kawasan tersebut pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai memberi tekanan pada stabilitas ekonomi. Situasi ini dinilai berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok, seiring kemungkinan terganggunya distribusi energi dunia.
Okta menilai kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui langkah preventif dari pemerintah agar dampak global tidak dirasakan terlalu berat oleh masyarakat. “Langkah preventif menjadi penting agar dampak global tidak langsung dirasakan secara berat oleh rakyat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Okta menilai situasi global yang tidak menentu kerap memicu spekulasi dan kepanikan, sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi.
Ia juga menekankan bahwa momentum Lebaran dapat menjadi penguat solidaritas sosial melalui tradisi saling memaafkan dan menjaga silaturahmi. “Di tengah dunia yang penuh konflik, Indonesia justru memiliki kekuatan pada persatuan dan kebersamaan masyarakatnya,” kata Okta.
Lebih lanjut, Okta meminta masyarakat memahami kebijakan pemerintah dalam konteks jangka panjang yang bertujuan melindungi warga dari dampak krisis global yang lebih besar. Ia menegaskan peran masyarakat penting dalam menjaga stabilitas nasional dengan tetap tenang, tidak mudah terpancing, serta saling mendukung.
“Lebaran tahun ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada kebijakan, tetapi juga pada solidaritas warganya,” ujarnya.

