BERITA TERKINI
OJK Nilai Ekonomi Domestik Masih Prospektif di Tengah Tekanan Global

OJK Nilai Ekonomi Domestik Masih Prospektif di Tengah Tekanan Global

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai prospek ekonomi domestik masih berada pada zona optimistis di tengah perkembangan ekonomi global. Optimisme ini tercermin dari konsumsi rumah tangga dan aktivitas manufaktur yang dinilai tetap terjaga.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2026 tercatat sebesar 122,89. Sementara itu, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada pada level ekspansif, yakni 50,1.

“Indikator tersebut menunjukkan konsumsi rumah tangga dan aktivitas manufaktur nasional masih terjaga dengan baik. Sehingga dapat mendukung pertumbuhan kredit perbankan ke depan,” ujar Dian dalam keterangan pers OJK pada Jumat, 8 Mei 2026.

Di tengah dinamika global, OJK juga menilai likuiditas perbankan nasional masih memadai dan dinilai mampu mendukung pembiayaan ke sektor riil. OJK mencatat posisi undisbursed loan perbankan pada Maret 2026 mencapai Rp2.527,46 triliun, meningkat 7,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, secara persentase undisbursed loan terhadap total kredit justru menurun, dari 29,77 persen menjadi 29,19 persen. Menurut Dian, kondisi tersebut menunjukkan ruang pembiayaan produktif masih cukup besar dan perbankan dinilai masih memiliki kapasitas untuk mendorong pertumbuhan sektor riil nasional.

“Kami optimistis industri perbankan nasional tetap memiliki resiliensi yang kuat dalam menghadapi dinamika global maupun domestik. Dengan likuiditas yang memadai, diharapkan dapat memperkuat fungsi intermediasi secara sehat, prudent, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Dian.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menyatakan LPS terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional melalui program penjaminan dan resolusi bank yang optimal serta efisien.

Anggito menjelaskan porsi simpanan bank di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) masih berada di level 30 persen dan tercatat stabil. “Suku bunga simpanan pasar menunjukkan tren penurunan secara bertahap. Kondisi ini terjadi lintas kelompok deposan dan kelompok bank,” ujarnya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia menambahkan, LPS bersama anggota KSSK terus mendorong penyesuaian bunga simpanan perbankan agar tetap selaras dengan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP).