BERITA TERKINI
OJK: Ketidakpastian Global Tekan IHSG, Pasar Obligasi dan Likuiditas Tetap Terjaga

OJK: Ketidakpastian Global Tekan IHSG, Pasar Obligasi dan Likuiditas Tetap Terjaga

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan di tengah ketidakpastian global yang tinggi. Pada April 2026, IHSG tercatat terkoreksi 1,3 persen secara bulanan dan melemah 19,55 persen sejak awal tahun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi mengatakan, pergerakan IHSG masih dipengaruhi ketidakpastian global yang disertai volatilitas pasar keuangan internasional. Menurutnya, pasar saham domestik masih bergerak dinamis seiring kondisi global yang belum stabil.

Meski demikian, Hasan menegaskan likuiditas pasar tetap terjaga. Hal itu tercermin dari rata-rata bid-ask spread yang rendah, yakni di level 1,33 kali.

Di tengah tekanan pada pasar saham, OJK mencatat pasar obligasi domestik masih menunjukkan ketahanan. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) disebut menguat, didorong penurunan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 3,9 basis poin secara bulanan.

OJK juga melaporkan investor non-residen membukukan pembelian bersih di pasar obligasi hingga Rp8,8 triliun. Sementara itu, industri pengelolaan investasi menunjukkan tren positif dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana mencapai Rp711,89 triliun.

Secara bulanan, NAB reksadana tumbuh 2,32 persen dan meningkat 5,41 persen sejak awal tahun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh net subscription yang dinilai cukup kuat.

Dari sisi partisipasi investor, jumlah investor pasar modal bertambah 1,74 juta pada April 2026. Dengan tambahan tersebut, total investor pasar modal mencapai 26,49 juta atau tumbuh 30,06 persen secara year-to-date (Januari–April 2026).

Secara keseluruhan, OJK menilai pasar modal tetap resilien, tercermin dari likuiditas yang terjaga serta kinerja instrumen keuangan yang relatif stabil.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menambahkan, stabilitas sektor jasa keuangan nasional masih terjaga meski ketidakpastian ekonomi global berlanjut. Ia menilai situasi global masih dibayangi risiko geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.

Menurut Friderica, kesepakatan gencatan senjata Iran, Amerika Serikat, dan Israel belum sepenuhnya menenangkan pasar. Ia menyebut penutupan Selat Hormuz masih berlanjut, sehingga gangguan belum sepenuhnya mereda dan harga minyak tetap volatil.

OJK menyatakan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang berkembang. Ketidakpastian terkait konflik Iran dan Amerika Serikat disebut menjadi perhatian utama dalam pengawasan.