Sejumlah negara menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi dampak konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunia. Konflik tersebut disebut mengganggu ekspor minyak melalui Selat Hormuz sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Selat Hormuz merupakan jalur penting yang mengangkut sekitar seperlima minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, serta menjadi titik krusial bagi perdagangan pupuk. Gangguan di kawasan ini turut memperbesar ketidakpastian pasar energi global.
Kepala riset komoditas global Goldman Sachs, Daan Struyven, menilai gangguan pasokan minyak saat ini menjadi guncangan terbesar dalam beberapa dekade jika diukur sebagai bagian dari pasokan global. Ia juga menekankan tingkat ketidakpastian yang “luar biasa tinggi” yang dihadapi pasar.
Goldman Sachs mencatat, pergerakan harga jangka pendek lebih dipengaruhi pergeseran persepsi terhadap peluang skenario terburuk dibanding perubahan prospek skenario dasar. Dalam catatannya, Goldman menyebut minyak mentah diperdagangkan dengan premi risiko geopolitik karena investor melakukan lindung nilai terhadap potensi gangguan berkepanjangan dan kondisi persediaan yang sangat rendah. Skenario dasar Goldman mengasumsikan Selat Hormuz kembali normal pada April selama empat minggu.
Di tengah ketidakpastian tersebut, sejumlah negara merespons dengan kebijakan yang mencakup pembatasan harga, penjatahan, pelepasan cadangan minyak, hingga percepatan transisi energi. Berikut beberapa langkah yang ditempuh berbagai negara.
Korea Selatan: pembatasan harga dan penghematan energi
Korea Selatan meluncurkan langkah darurat, termasuk memberlakukan pembatasan harga bahan bakar untuk pertama kali dalam hampir tiga dekade guna menahan lonjakan biaya energi. Goldman Sachs memperkirakan kebijakan ini dapat menurunkan harga bahan bakar ritel sekitar 8% secara rata-rata tahunan.
Pemerintah juga menerapkan sistem rotasi lima hari berdasarkan pelat nomor untuk membatasi lalu lintas kendaraan sektor publik dan mengurangi konsumsi minyak. Warga didorong menghemat energi, antara lain dengan mandi lebih singkat dan mengisi daya ponsel pada siang hari.
Selain itu, Korea Selatan berupaya beralih ke batu bara dengan menghapus batas operasi maksimum 80%, serta meningkatkan pemanfaatan energi nuklir dari sekitar 70% menjadi lebih dari 80%.
Pada 25 Maret 2026, pemerintah meningkatkan perencanaan ekonomi darurat. Perdana Menteri Kim Min-seok memperingatkan perlunya kesiapan menghadapi “skenario terburuk” dan menyampaikan rencana pembentukan gugus tugas ekonomi darurat lintas kementerian. Gugus tugas ini dijadwalkan bertemu dua kali seminggu dalam lima kelompok kerja untuk memantau dampak perang terhadap energi, ekonomi makro, pasar keuangan, mata pencaharian rumah tangga, serta situasi luar negeri. Ruang situasi ekonomi darurat juga direncanakan dibentuk di kantor kepresidenan.
Korea Selatan mengimpor sekitar 70% minyak mentah dan 20% LNG dari Timur Tengah, sehingga rentan terhadap gangguan berkepanjangan pada aliran energi.
Sri Lanka, Pakistan, Nepal: penjatahan bahan bakar
Sejumlah perusahaan di Sri Lanka dilaporkan melakukan penutupan pada Rabu pekan ini, sementara sekolah dan universitas menjalankan pembelajaran daring. Sri Lanka juga menerapkan penjatahan bahan bakar. Nepal dan Pakistan disebut mengambil langkah serupa dengan penjatahan.
Filipina: darurat energi nasional dan pembentukan cadangan diesel
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mendeklarasikan keadaan darurat energi nasional. Dalam perintah eksekutif yang ditandatangani pada 24 Maret 2026, pemerintah memperingatkan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan minyak global dan mendorong kenaikan biaya bahan bakar serta listrik di Filipina.
Filipina mengimpor hampir seluruh kebutuhan bahan bakarnya, sehingga dinilai sangat rentan terhadap gangguan jalur pelayaran utama seperti Selat Hormuz. Respons pemerintah mencakup subsidi bahan bakar untuk sektor kunci seperti pengemudi transportasi umum, pengawasan lebih ketat untuk mencegah penimbunan dan pengambilan keuntungan yang tidak wajar, serta percepatan persetujuan proyek energi.
Pemerintah juga mengalokasikan sekitar 20 miliar peso untuk membangun cadangan diesel. Targetnya mengumpulkan dua juta barel setara pasokan tambahan sekitar 10 hari, dengan satu juta barel awal disebut sedang dibeli dari dalam dan luar Asia Tenggara. Selain itu, pegawai pemerintah di Filipina dilaporkan diperintahkan bekerja empat hari dalam seminggu.
Jepang: pelepasan cadangan minyak terbesar
Jepang akan memulai pelepasan minyak terbesar sepanjang sejarah dari cadangan nasionalnya. Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan sekitar 80 juta barel minyak akan disalurkan ke kilang, setara 45 hari permintaan domestik.
Pemerintah juga menyetujui pelepasan cadangan sektor swasta setara 15 hari, di tengah kekhawatiran konflik terus menghambat arus kapal tanker di Selat Hormuz. Hingga akhir tahun lalu, Jepang memiliki cadangan sekitar 470 juta barel, setara 254 hari konsumsi domestik.
Selain itu, pemerintah memperkenalkan subsidi produk bahan bakar untuk membatasi harga bensin sekitar 170 yen per liter, setelah harga eceran rata-rata bensin naik ke rekor 190,8 yen per liter. Subsidi awal disebut akan ditinjau setiap minggu berdasarkan harga minyak.
Di sisi lain, kekhawatiran terhadap potensi penutupan Selat Hormuz dalam jangka panjang memicu kecemasan sebagian konsumen terkait ketersediaan tisu toilet dan kebutuhan rumah tangga. Kementerian Perdagangan dan Industri Jepang pun menyarankan konsumen tidak menimbun tisu toilet setelah unggahan media sosial memicu kekhawatiran pasokan dan harga.
Inggris: aturan rumah baru wajib pompa panas dan panel surya
Pemerintah Inggris memperkenalkan aturan baru yang mewajibkan pengembang memasang pompa panas dan panel surya di semua rumah baru. Kebijakan ini menjadi bagian respons terhadap dampak ekonomi konflik Iran, dengan pemerintah menilai gangguan pasokan memperkuat kebutuhan memanfaatkan energi bersih sebagai instrumen keamanan energi.
Aturan tersebut masuk dalam The Futures Homes Standard, serangkaian peraturan pembangunan baru untuk Inggris yang akan mulai berlaku pada 2028. Inggris akan menetapkan persyaratan agar rumah dibangun dengan pembangkit listrik terbarukan di lokasi, yang sebagian besar diharapkan berasal dari tenaga surya, serta pemanas rendah karbon seperti pompa panas dan jaringan pemanas.
Pemerintah juga menyebut panel surya plug-in yang dapat dipasang di balkon akan tersedia di toko-toko dalam beberapa bulan mendatang. Menteri Energi Inggris Ed Miliband menyatakan perang Iran kembali menunjukkan pentingnya dorongan energi bersih untuk melepaskan ketergantungan pada pasar bahan bakar fosil yang tidak dapat dikendalikan.
Vietnam: percepat penggunaan bensin E10
Vietnam memutuskan beralih sepenuhnya ke bensin campuran etanol lebih cepat dari rencana. Berdasarkan dokumen pemerintah yang dirilis pada 20 Maret 2026, Vietnam akan mulai menggunakan bensin E10—campuran yang mengandung 10% bioetanol—mulai bulan berikutnya, lebih cepat dari target sebelumnya 1 Juni 2026.
Harga bahan bakar di Vietnam dilaporkan melonjak sejak perang AS-Israel di Iran dimulai tiga minggu sebelumnya, dengan harga bensin naik 50% dan harga solar naik 70% menurut data Petrolimex. Dokumen pemerintah menyebut gangguan tersebut memicu fluktuasi harga energi yang signifikan dan meningkatkan risiko keamanan energi, termasuk bagi Vietnam.
Arahan pemerintah juga mendorong insentif produksi dan penggunaan kendaraan listrik, menyerukan perluasan pengembangan dan penggunaan energi terbarukan, serta menyatakan Vietnam akan sepenuhnya menghilangkan penggunaan lampu pijar 20 watt hingga 60 watt mulai kuartal ketiga 2026.
China: kurangi kenaikan harga bahan bakar
China mengurangi rencana kenaikan harga bahan bakar, termasuk bensin dan solar, untuk meringankan beban pengemudi di tengah lonjakan biaya energi. Harga bensin lokal dilaporkan naik sekitar 20% sejak awal konflik, yang disebut membuat Iran secara efektif menutup Selat Hormuz.
Kenaikan harga yang semula ditetapkan sebesar 2.205 yuan per ton untuk bensin dan 2.120 yuan per ton untuk solar kemudian dipangkas hampir setengahnya menjadi 1.160 yuan dan 1.115 yuan mulai 24 Maret 2026. Lebih dari 300 juta orang di China menggunakan kendaraan berbahan bakar bensin dan solar, dengan negara-negara Teluk menjadi sumber utama minyak bagi China.
Antrean panjang kendaraan sempat terjadi di beberapa kota pada akhir pekan, dan sejumlah SPBU memasang pemberitahuan kehabisan bahan bakar. Kenaikan terbaru disebut menjadi yang kelima dan terbesar tahun ini sejauh ini, meski sudah mengalami penurunan dari rencana awal.
Pada Selasa, harga minyak mentah Brent dilaporkan melonjak di atas USD 100 per barel, sehari setelah sempat turun, seiring muncul laporan yang saling bertentangan mengenai potensi pembicaraan antara AS dan Iran. Dalam catatan lain, Saxo Bank menyebut China selama bertahun-tahun memanfaatkan harga minyak mentah yang lebih rendah dan pasokan melimpah dari negara-negara Teluk untuk membangun salah satu cadangan minyak terbesar di dunia.
Berbagai kebijakan tersebut menunjukkan negara-negara mengambil langkah berbeda—mulai dari pengendalian harga dan penjatahan hingga pelepasan cadangan serta percepatan energi bersih—untuk menahan dampak gejolak pasokan dan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

