BERITA TERKINI
Negara-Negara Eropa Siap Lepaskan Cadangan Minyak Darurat Usai Rekomendasi IEA

Negara-Negara Eropa Siap Lepaskan Cadangan Minyak Darurat Usai Rekomendasi IEA

Brussels — Sejumlah negara Eropa mengumumkan rencana untuk melepaskan cadangan minyak darurat ke pasar setelah Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) merekomendasikan pelepasan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah. Langkah ini ditujukan untuk meredam lonjakan harga energi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol pada Rabu (11/3) menyatakan, 32 negara anggota IEA secara bulat sepakat melepas total 400 juta barel minyak dari cadangan darurat mereka.

IEA menilai langkah tersebut diperlukan untuk merespons gangguan di pasar minyak global yang dipicu konflik di Timur Tengah, terutama akibat penutupan efektif Selat Hormuz—jalur pelayaran penting bagi pasokan energi dan pangan dunia. Menurut IEA, konflik itu sangat mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz, dengan ekspor minyak mentah dan berbagai produk olahan saat ini berada di bawah 10 persen dari level sebelum konflik.

Dalam perkembangan konflik, pada 28 Februari Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota lain di Iran. Iran kemudian merespons dengan gelombang serangan misil dan drone yang menargetkan aset Israel dan AS di Timur Tengah.

Situasi tersebut turut memicu gejolak harga minyak. Minyak mentah Brent, patokan harga minyak internasional, sempat naik ke sekitar 119 dolar AS per barel pada Senin (9/3), level tertinggi sejak pertengahan 2022, sebelum turun menjadi 87,57 dolar AS pada Rabu. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Rabu mengatakan bahwa sejak awal konflik, harga gas telah naik 50 persen dan harga minyak naik 27 persen.

Sejumlah negara Eropa anggota IEA merinci kontribusi mereka. Presiden Prancis Emmanuel Macron, usai konferensi video para pemimpin Kelompok Tujuh (G7), mengonfirmasi Prancis akan melepaskan 14,5 juta barel dari cadangan minyak strategis.

Jerman juga menyatakan akan melepaskan 19,51 juta barel dari cadangan strategisnya. Menteri Federal Jerman untuk Urusan Ekonomi dan Energi Katherina Reiche mengatakan langkah itu dilakukan sesuai prinsip solidaritas IEA.

Inggris menyebut akan melepas 13,5 juta barel minyak untuk membantu melindungi konsumen dari gangguan pasokan global jangka pendek yang dapat memicu volatilitas harga dan merugikan ekonomi global, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers pemerintah.

Belanda berencana melepaskan 5,36 juta barel dari cadangan strategis nasionalnya, sekitar 20 persen dari total cadangan, menurut Menteri Iklim dan Pertumbuhan Hijau Belanda Stientje van Veldhoven-van der Meer.

Austria akan mulai melepaskan 325.000 ton minyak mentah dari cadangan strategisnya sebagai bagian dari upaya bersama menstabilkan pasar energi global, kata Menteri Ekonomi, Energi, dan Pariwisata Austria Wolfgang Hattmannsdorfer.

Perdana Menteri Portugal Luis Montenegro mengatakan negaranya akan melepaskan sekitar 10 persen cadangan minyak strategisnya. Sementara itu, Latvia, Estonia, dan Lithuania juga menyatakan kesiapan untuk melepaskan cadangan minyak darurat ke pasar.