Pemerintah di berbagai negara bergegas mengamankan pasokan unsur hara penting untuk tanaman menjelang musim tanam semi, di tengah terganggunya arus komoditas akibat perang di Timur Tengah. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran terhadap risiko krisis pangan global.
Pupuk menjadi salah satu komoditas yang menegaskan keterkaitan erat antara harga energi dan harga pangan, karena perannya yang krusial dalam menopang produktivitas panen di berbagai wilayah.
Timur Tengah selama ini dipandang sebagai pemasok penting karena kekayaan cadangan mineral serta minyak dan gas yang dibutuhkan untuk memproduksi unsur hara bagi tanaman pokok seperti jagung, gandum, dan beras.
Namun, dengan Selat Hormuz yang disebut secara efektif tertutup, pengiriman dilaporkan terhenti. Situasi ini terjadi ketika Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus saling menyerang infrastruktur energi, yang pada akhirnya menekan aliran komoditas terkait.

