BERITA TERKINI
Musim Tanam 2026 di Inggris Dibayangi Lonjakan Biaya Bahan Bakar dan Pupuk

Musim Tanam 2026 di Inggris Dibayangi Lonjakan Biaya Bahan Bakar dan Pupuk

Musim semi 2026 membawa tantangan besar bagi sektor pertanian di Inggris. Di Brigg, Lincolnshire, para petani mulai bersiap menanam komoditas yang sensitif terhadap suhu tanah seperti kacang polong. Namun, momentum musim tanam kali ini dibayangi kekhawatiran atas melonjaknya biaya produksi, terutama bahan bakar dan pupuk.

Colin Chappell, praktisi pertanian setempat, menyebut biaya operasional untuk drilling lahan naik tajam dari £7,50 menjadi £15 per hektar hanya dalam beberapa pekan. Kenaikan 100% tersebut menjadi tekanan serius bagi stabilitas keuangan usaha tani, di tengah konflik di Timur Tengah yang terus memengaruhi harga minyak dunia.

Dalam kondisi seperti ini, efisiensi menjadi kebutuhan mendesak. Pada lahan seluas 485 hektar yang membutuhkan sekitar 50.000 liter bahan bakar per tahun, penghematan bukan lagi sekadar strategi, melainkan upaya bertahan. Chappell mengatakan pertaniannya telah beralih selama delapan tahun terakhir ke metode low-disturbance, yakni pengolahan tanah yang hanya menyentuh lapisan atas sedalam satu inci.

Pendekatan tersebut disebut mengurangi penggunaan traktor dan konsumsi bahan bakar, sekaligus menjaga kesehatan ekosistem tanah yang menjadi prioritas. Selain bahan bakar, tekanan juga datang dari harga pupuk yang terus meningkat, sementara Inggris tidak memiliki produksi pupuk dalam negeri, sehingga menambah beban bagi petani tanaman pangan (arable).

Di tengah tekanan biaya, pertanian di Lincolnshire itu tetap mempertahankan prinsip regenerative farming atau pertanian regeneratif. Sejak 2024, lahan tersebut dinyatakan netral karbon setelah menghilangkan penggunaan insektisida dan mengalokasikan lebih dari seperempat areal untuk langkah-langkah pelestarian lingkungan.

Hasil produksi yang ditekankan bukan sekadar komoditas umum, melainkan tanaman untuk konsumsi manusia. Di antaranya gandum giling (milling wheat) yang dipasok untuk industri roti besar, serta kacang polong marrowfat yang dikenal sebagai pendamping menu fish and chip.

Penerapan praktik regeneratif juga dikaitkan dengan perubahan pada keanekaragaman hayati lokal di sekitar Sungai Ancholme. Konektivitas habitat dilaporkan memungkinkan kemunculan kembali satwa seperti berang-berang, ikan di parit-parit lahan, serta burung indikator seperti curlew dan yellowhammer.

Chappell menilai pembentukan mosaik habitat membantu margasatwa berkembang biak tanpa banyak terganggu aktivitas manusia. Menurutnya, pengalaman ini memperlihatkan lahan pertanian dapat berperan ganda: menjaga produksi pangan sekaligus menjadi ruang penting bagi keanekaragaman hayati yang kian terdesak.