Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti mendorong umat untuk menjaga persatuan dan kerukunan sebagai modal bangsa menghadapi krisis global, khususnya yang terjadi di Timur Tengah.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri acara Syawalan Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu. Ia mengingatkan agar konflik yang melibatkan Amerika, Israel, Iran, dan berbagai negara lain tidak sampai berdampak pada persatuan dan keutuhan bangsa.
“Yang ada antara Amerika, Israel, Iran, dan berbagai negara yang terlibat konflik itu ngeyel di grup, dan kemudian serius itu marahnya,” ujarnya di hadapan ribuan kader Muhammadiyah Sulsel.
Abdul Mu’ti yang juga menjabat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengatakan, langkah yang dapat dilakukan adalah berupaya menjadi pihak yang membantu menyelesaikan masalah, bukan justru memperkeruh keadaan.
“Karena itu maka kita semuanya perlu kemudian memperkuat kerukunan dan persatuan. Karena itu modal sosial, politik, dan modal spiritual untuk kita bisa mengatasi berbagai macam persoalan yang kita hadapi,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk merenungkan dan mengamalkan tuntunan yang diberikan Allah serta Rasulullah sebagai upaya mempererat persatuan dan kerukunan.
Menurutnya, salah satu kunci untuk memperkokoh persatuan adalah tidak merasa lebih hebat dari yang lain.

