BERITA TERKINI
Muhaimin Iskandar: Diplomasi Indonesia di Tengah Konflik Global Berpijak pada Kepentingan Nasional

Muhaimin Iskandar: Diplomasi Indonesia di Tengah Konflik Global Berpijak pada Kepentingan Nasional

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa setiap langkah diplomasi dan kerja sama internasional yang ditempuh Indonesia di tengah konflik global dilakukan semata-mata untuk kepentingan nasional. Ia menyatakan arah kebijakan luar negeri pemerintah tetap difokuskan pada kemajuan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Muhaimin dalam wawancara di sela pembukaan Festival Jejak Jajanan Nusantara di Parkir Selatan Barat Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3). Menurut Muhaimin, isu serupa juga mengemuka saat ia bersama ulama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam menghadiri undangan buka puasa bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3).

Muhaimin mengatakan pemerintah mengambil langkah-langkah untuk merespons tantangan akibat dinamika global, termasuk ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Indonesia, kata dia, berupaya menjaga stabilitas di tengah perkembangan situasi internasional.

Dalam konteks itu, Muhaimin menyebut pemerintah menjalankan diplomasi yang strategis dan terukur. Ia menekankan pentingnya Indonesia memainkan peran konstruktif guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas dan berpotensi berdampak negatif bagi dunia.

Muhaimin juga menyoroti perlunya memperkuat kekompakan dan persatuan dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu. Ia menyatakan seluruh upaya diplomasi, baik bilateral maupun multilateral, diarahkan untuk melindungi dan menguatkan kepentingan nasional.

Ia menambahkan, berbagai inisiatif diplomasi dan kerja sama internasional—termasuk upaya perdamaian maupun kerja sama bilateral—harus memberikan keuntungan bagi negara. Muhaimin berharap masyarakat memahami bahwa kepentingan nasional menjadi prioritas dalam setiap kebijakan luar negeri dan kesepakatan yang dijalankan pemerintah.

Muhaimin mencontohkan kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat yang berkembang dalam kerangka menjaga kekuatan nasional. Menurutnya, tujuan yang ditekankan antara lain memastikan industri dalam negeri tetap tumbuh serta mendorong peningkatan ekspor, dengan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan sebagai prioritas.

Di sisi lain, Muhaimin menyatakan pemerintah terus mendorong upaya perdamaian melalui diplomasi yang aktif. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan dunia, termasuk dengan mendorong dialog di antara pihak-pihak yang berkonflik.

Menurut Muhaimin, penguatan daya saing Indonesia di pasar global memerlukan perhatian pada kekuatan nasional, pertumbuhan industri, dan kinerja ekspor. Ia menilai rangkaian upaya itu terkait dengan tujuan jangka panjang untuk menjaga kemakmuran dan stabilitas.