BERITA TERKINI
Mirae Asset: Konflik AS–Iran Berisiko Menahan Penurunan Suku Bunga Global

Mirae Asset: Konflik AS–Iran Berisiko Menahan Penurunan Suku Bunga Global

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai volatilitas pasar saham domestik masih berpotensi berlanjut seiring meningkatnya risiko geopolitik global, lonjakan harga energi, serta arus dana asing yang masih fluktuatif. Eskalasi konflik di Timur Tengah disebut telah mendorong kenaikan harga minyak global dan meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan.

Dalam perkembangan terbaru, harga minyak Brent dilaporkan melonjak hingga berada di atas US$100 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah lonjakan tajam pada pekan pertama, yang disebut mencapai sekitar 35% dalam sepekan, di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Risiko tersebut mencakup potensi terganggunya jalur tanker di Selat Hormuz. Pada level saat ini, harga minyak dinilai mencerminkan premi risiko geopolitik yang besar.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan jika gangguan pasokan energi berlangsung lebih lama, harga minyak berpeluang bertahan di atas US$100 per barel dalam periode yang lebih panjang. Menurutnya, kondisi itu dapat meningkatkan tekanan inflasi global, mempersempit ruang pelonggaran moneter, dan memicu risiko stagflasi.

Rully menyampaikan, kenaikan harga minyak yang terlalu cepat berpotensi menahan proses penurunan suku bunga global. Selain itu, tekanan juga diperkirakan akan menjalar ke pasar saham, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia.