Jakarta — Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan Indonesia tetap menunjukkan ketangguhan ekonomi di tengah berbagai tantangan global, termasuk ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia. Ia menyebut kinerja ekonomi nasional masih terjaga, disertai upaya pemerintah untuk terus menyempurnakan regulasi dan kebijakan.
Pernyataan itu disampaikan Rosan usai menghadiri acara “Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast” di Jakarta, Jumat. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang komunikasi penting untuk memperkuat pemahaman sekaligus kepercayaan mitra internasional terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.
Rosan mengatakan kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha, korps diplomatik, Kadin daerah, serta pemangku kepentingan lain dalam satu forum. Ia menilai kehadiran banyak duta besar, kepala perwakilan diplomatik, dan pelaku usaha mencerminkan perhatian mitra internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Ia menegaskan Indonesia terus menjaga keterbukaan investasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Rosan juga mengapresiasi Kadin yang rutin menggelar forum tersebut karena dinilai bermanfaat dalam mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor bisnis dan diplomasi.
Dalam paparannya, Rosan menyampaikan investasi berperan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026. Ia menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada periode tersebut, dengan kontribusi investasi sekitar 1,79 persen poin.
Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi, menurut Rosan, meningkat menjadi sekitar 31–32 persen, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada kisaran 27–28 persen. Ia juga menyampaikan realisasi investasi pada kuartal I 2026 mencapai sekitar 30,2 miliar dolar AS dan menciptakan sekitar 706.659 lapangan kerja.
Rosan menambahkan, Singapura masih menjadi investor asing langsung terbesar di Indonesia, diikuti Hong Kong, China, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Belanda. Ia menilai besarnya peran investasi menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional untuk menjaga momentum ekonomi nasional.
Pemerintah, lanjut Rosan, juga terus berupaya memperbaiki iklim investasi melalui penyederhanaan birokrasi dan peningkatan kepastian regulasi. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memotong birokrasi, mengurangi regulasi yang tidak perlu, serta memberikan kepastian yang lebih besar bagi investor.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady menyatakan Indonesia tetap mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi secara konsisten di tengah tekanan global. Ia menilai Indonesia memiliki modal penting berupa stabilitas, sumber daya, serta keterbukaan dalam kerja sama internasional.
James menekankan bahwa perusahaan kini tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga kepastian. Menurutnya, Indonesia menawarkan kombinasi skala ekonomi, stabilitas, sumber daya, serta kebijakan luar negeri yang menjaga peluang kerja sama tetap terbuka.
Forum Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast edisi Mei 2026 dihadiri puluhan duta besar, kepala perwakilan diplomatik, kamar dagang asing, pimpinan Kadin daerah, serta pejabat pemerintah. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi ekonomi dan kerja sama investasi Indonesia.