BERITA TERKINI
Menteri Ekraf Dukung Kendari Jadi Percontohan Ekonomi Kreatif lewat Forum UCLG ASPAC 2026

Menteri Ekraf Dukung Kendari Jadi Percontohan Ekonomi Kreatif lewat Forum UCLG ASPAC 2026

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyatakan dukungan terhadap kesiapan Kota Kendari menjadi tuan rumah United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) Executive Bureau Meeting dan Asia Pacific Forum 2026. Dukungan itu disampaikan saat menerima audiensi Wali Kota Kendari Siska Karina Imran untuk membahas kolaborasi strategis dalam mengembangkan potensi kreatif lokal.

Menurut Teuku Riefky, penyelenggaraan agenda internasional tersebut dinilai dapat membawa nama Indonesia ke kancah global sekaligus menjadi momentum bagi Kendari untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. “Kami memberikan apresiasi dan dukungan, karena acara luar biasa ini efektif dapat membawa nama Indonesia ke kancah internasional, sekaligus menjadi momentum penting bagi Kota Kendari untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (9/4/2026).

UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting dan Asia Pacific Forum 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Mei 2026. Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang bagi para pemimpin daerah se-Asia Pasifik untuk memperkuat kapasitas dan bertukar kebijakan pembangunan demi kemajuan kawasan.

Teuku Riefky menegaskan forum tersebut juga menjadi sarana strategis untuk mendorong ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru. Ia menyebut agenda itu dapat memposisikan Kendari sebagai percontohan bagi kota-kota di Asia Pasifik dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Kementerian Ekraf, kata dia, berkomitmen berperan sebagai akselerator melalui fasilitasi promosi produk lokal dan penguatan ekosistem kreatif. Upaya itu, lanjutnya, perlu ditopang regulasi dari Pemerintah Kota Kendari agar keberlanjutan sektor inovasi dan budaya di daerah semakin kuat.

Ia juga menyoroti langkah Kendari yang telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif. Menurutnya, regulasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah yang perlu terus didorong agar subsektor seperti kuliner, kriya, fesyen, hingga seni pertunjukan dapat berkembang dan bersaing di pasar global.

Sementara itu, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan kesiapan daerahnya menjadi pusat perhatian Asia Pasifik didukung struktur birokrasi yang fokus melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ia berharap sinergi dengan kementerian di tingkat pusat memberi dampak jangka panjang bagi pelaku ekonomi kreatif lokal, seiring persiapan menyambut delegasi internasional pada Mei 2026.

“Kami optimistis dengan dukungan Bapak Menteri Ekraf, Kota Kendari dapat membuktikan bahwa ekonomi kreatif adalah lokomotif pertumbuhan yang inklusif. Dengan populasi mencapai 355.665 jiwa dan konektivitas yang mumpuni melalui Bandar Udara Haluoleo, kami siap menyukseskan agenda Asia Pasifik ini sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kreatif,” ujar Siska.

Audiensi tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi pusat dan daerah untuk mempercepat pengembangan potensi lokal ke panggung internasional. Pertemuan itu juga mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari daerah.

Dalam pertemuan itu, Wali Kota Kendari didampingi Ketua DPRD Kota Kendari La Ode Muhammad Inarto serta Kepala Bappeda M. Syaiful.