BERITA TERKINI
USS Miguel Keith Terpantau di Sekitar Selat Malaka, AS Belum Jelaskan Misi

USS Miguel Keith Terpantau di Sekitar Selat Malaka, AS Belum Jelaskan Misi

JAKARTA — Kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Miguel Keith, dilaporkan terlihat berada di sekitar Selat Malaka pada pekan lalu. Hingga kini, militer AS belum memberikan penjelasan resmi mengenai misi kapal tersebut.

Meski tidak ada keterangan langsung terkait pergerakan USS Miguel Keith, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine sebelumnya menyatakan bahwa Washington berencana mengejar kapal-kapal Iran di perairan yang jauh dari Timur Tengah. Caine menyebut fokus pengejaran itu kemungkinan berada di kawasan Indo-Pasifik.

Menurut Lloyd’s List, media pelayaran asal Inggris, wilayah Pasifik—termasuk sekitar Selat Malaka—disebut menjadi salah satu titik konsentrasi kapal tanker yang dikaitkan dengan “armada gelap”. Armada ini merujuk pada kapal-kapal yang mengangkut minyak ilegal atau minyak yang dikenai sanksi dari negara-negara seperti Iran.

“Kami melakukan operasi pencegahan maritim serupa di yurisdiksi Pasifik kami terhadap kapal-kapal yang meninggalkan area tertentu sebelum dimulainya blokade,” kata Caine, merujuk pada blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Charlie Brown, mantan perwira Angkatan Laut AS sekaligus penasihat senior untuk pelacakan armada gelap di organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran, mengatakan kepada CNN bahwa pernyataan Caine dan pergerakan sejumlah kapal perang AS yang terpantau melalui platform pelacakan kapal serta citra satelit dapat mengindikasikan pemerintah AS sedang mempertimbangkan operasi serupa seperti yang digunakan terhadap kapal tanker terkait Venezuela pada awal tahun ini.

“Amerika Serikat sebelumnya telah mencegat kapal tanker yang dikenai sanksi di perairan dekat Venezuela dan jauh, termasuk di Samudra Hindia,” kata Brown, dikutip dari CNN, Senin (20/4/2026).

Brown menambahkan, apabila operasi serupa kembali dilakukan, kemungkinan akan berlangsung di laut lepas. Menurutnya, wilayah tersebut memberi AS ruang gerak yang lebih besar dan lebih sedikit pembatasan.