BERITA TERKINI
Menko PMK: Krisis Global Jadi Pendorong Percepatan Transformasi Nasional dan Penguatan SDM

Menko PMK: Krisis Global Jadi Pendorong Percepatan Transformasi Nasional dan Penguatan SDM

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan situasi krisis global saat ini tidak boleh melemahkan semangat pembangunan. Menurutnya, kondisi tersebut justru perlu dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempercepat agenda transformasi nasional sesuai arahan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 13 Maret.

Dalam arahan internal kepada Kedeputian Kesehatan dan Pendidikan pada Senin (23/3), Pratikno mengutip pesan Presiden mengenai pentingnya kemandirian bangsa. Ia menyebut krisis dapat mendorong percepatan agenda yang sejak lama menjadi kebutuhan, termasuk swasembada pangan dan energi.

“Krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan dan energi. Sekarang saatnya mempercepat itu,” ujar Pratikno.

Ia menambahkan, transformasi tidak hanya menyasar sektor ekonomi, tetapi juga penguatan fondasi sumber daya manusia (SDM) agar Indonesia tetap tangguh di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mengurai kepadatan perjalanan masyarakat pada periode mudik Lebaran. Kebijakan yang disiapkan meliputi fleksibel working arrangement (FWA), pengaturan libur sekolah, hingga pengaturan lalu lintas dan transportasi.

“Salah satu yang kami upayakan agar arus mudik ini lebih lancar, lebih aman, lebih nyaman adalah pendistribusian pergerakan pemudik. Dengan rangkaian kebijakan ini kita harapkan pemudik tidak menumpuk di satu waktu tertentu,” ujar Pratikno.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang. Namun, Pratikno menyebut pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan angka mobilitas aktual biasanya lebih tinggi sekitar 10 persen.

“Perkiraan surveinya itu adalah 143.915.053. Tetapi dari tahun ke tahun dalam praktiknya lebih tinggi dari survei, sekitar 10-an persen lebih tinggi, artinya bisa menjadi sekitar 155 juta manusia bergerak,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pemerintah menerapkan FWA pada 16–17 Maret dan 25–27 Maret 2026, libur sekolah mulai 16 Maret, serta cuti bersama yang diharapkan dapat membantu menyebarkan waktu perjalanan masyarakat.

Selain pengaturan mobilitas, pemerintah juga mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode mudik. Berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan menengah hingga tinggi akibat dinamika atmosfer dan potensi bibit siklon.

“Kita juga harus waspada, mengantisipasi bencana hidrometeorologi basah yang menurut BMKG potensinya masih kategori menengah hingga tinggi di sebagian wilayah Indonesia,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pratikno menyampaikan pemerintah menyiapkan dukungan operasional, termasuk operasi modifikasi cuaca, kesiapan 191 Unit Pelaksana Teknis BMKG, serta pelaksanaan Operasi Ketupat Polri pada 13–26 Maret 2026.