Menghadapi ancaman krisis ekonomi global, pejabat negara dinilai perlu bersikap tenang dan optimistis agar tidak memicu kekhawatiran berlebihan di masyarakat. Guru Besar Sosiologi Ekonomi FISIP Universitas Airlangga, Bagong Suyanto, menilai sikap seperti itu penting terutama bagi pejabat yang menangani keuangan negara.
Bagong menyoroti pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang meminta masyarakat tetap tenang dalam menyikapi isu potensi resesi ekonomi. Menurutnya, sulit dibayangkan jika pejabat yang mengurusi keuangan negara terlihat gagap atau tidak siap menghadapi tekanan ekonomi dunia.
Ia menilai pernyataan Menkeu diperlukan untuk mencegah masyarakat menjadi terlalu waswas, yang berpotensi berkembang menjadi perilaku panic buying maupun keresahan yang berlebihan.
Dalam berbagai pemberitaan, Purbaya juga menilai sejumlah prediksi yang menyebut perekonomian Indonesia akan mengalami tekanan berat dalam waktu dekat kerap didasarkan pada asumsi yang tidak realistis. Salah satu contoh yang disoroti adalah perkiraan lonjakan harga minyak dunia hingga mencapai level ekstrem.
Menkeu menyebut prediksi harga minyak mencapai US$ 200 per barel sebagai hal yang spekulatif. Ia menambahkan, apabila dalam dua bulan ke depan harga minyak dunia benar-benar melambung hingga US$ 200 per barel, dampaknya tidak hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga berpotensi memicu resesi secara global.

