BERITA TERKINI
Menkeu Purbaya Bantah Isu Krisis: Kritik Harus Berbasis Data, Bukan Spekulasi

Menkeu Purbaya Bantah Isu Krisis: Kritik Harus Berbasis Data, Bukan Spekulasi

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut Indonesia akan mengalami resesi atau krisis dalam waktu dekat. Ia merespons prediksi sejumlah ekonom yang menilai kondisi ekonomi nasional berpotensi memburuk.

Purbaya menilai pernyataan tersebut tidak didukung analisis ekonomi yang memadai dan berisiko menimbulkan ketakutan di masyarakat. Menurut dia, narasi negatif dapat mengganggu stabilitas persepsi publik terhadap kondisi perekonomian.

Meski demikian, Purbaya menegaskan pemerintah tidak antikritik terhadap kebijakan ekonomi nasional. Ia hanya mengingatkan agar kritik disampaikan dengan dasar analisis rasional dan data yang kuat, karena pernyataan spekulatif dinilai dapat berdampak pada stabilitas ekonomi domestik.

“Saya bukannya antikritik, tapi jangan bilang ekonomi akan hancur,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Ia menyoroti salah satu dasar prediksi yang beredar, yakni asumsi lonjakan ekstrem harga minyak dunia hingga 200 dolar AS per barel. Asumsi itu dikaitkan dengan konflik global yang dinilai belum pasti. Purbaya menilai pendekatan tersebut terlalu sempit dan cenderung spekulatif.

Menurut Purbaya, analisis ekonomi perlu mempertimbangkan berbagai faktor risiko, termasuk dampak kebijakan pemerintah. Ia menekankan perlunya perhitungan yang lebih matang dan menyeluruh dalam membaca dinamika ekonomi.

Purbaya juga menyampaikan bahwa jika skenario ekstrem seperti lonjakan harga minyak benar terjadi, dampaknya tidak hanya dirasakan Indonesia, melainkan seluruh negara. Karena itu, analisis yang hanya menyoroti satu negara dinilai tidak relevan tanpa melihat konteks global secara utuh.

“Kalau itu terjadi, seluruh negara pasti terkena dampaknya,” katanya.

Lebih lanjut, Purbaya meminta para ekonom menggunakan data historis serta asumsi yang realistis agar analisis lebih komprehensif. Ia menilai kebijakan pemerintah juga perlu menjadi variabel utama dalam menilai potensi risiko dan arah perekonomian.

Purbaya menyatakan optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah, kata dia, terus menyiapkan kebijakan untuk menghadapi tekanan global yang meningkat, sembari menegaskan fondasi ekonomi Indonesia saat ini masih relatif kuat dibanding sejumlah negara lain yang menghadapi tekanan lebih berat.