BERITA TERKINI
Menkeu AS Tuduh China Membiayai Iran, Minta Beijing Bujuk Teheran Buka Selat Hormuz

Menkeu AS Tuduh China Membiayai Iran, Minta Beijing Bujuk Teheran Buka Selat Hormuz

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menuduh China telah “membiayai” Iran melalui pembelian energi dalam jumlah besar. Di saat yang sama, ia juga meminta Beijing menggunakan pengaruhnya untuk membujuk Teheran agar membuka kembali Selat Hormuz.

Pernyataan itu disampaikan Bessent dalam wawancara dengan Fox News pada Senin (4/5). Ia menyebut Iran sebagai “negara sponsor terorisme terbesar” dan menuding China berperan mendanai Teheran karena membeli sekitar 90 persen energi Iran.

Selain menyampaikan kritik, Bessent juga menekan China agar mendukung upaya internasional terkait akses di Selat Hormuz. Ia menuding serangan Iran telah menutup selat tersebut dan mengklaim Amerika Serikat telah membukanya kembali. Bessent juga mengatakan Iran tidak memiliki kendali atas selat itu, dan menyatakan AS yang memiliki kendali penuh.

“Jadi, saya akan mendesak China untuk bergabung dengan kami mendukung operasi internasional,” kata Bessent. Ia menilai China memiliki pengaruh terhadap Iran, sehingga mendorong Beijing untuk meningkatkan diplomasi agar Teheran membuka jalur perdagangan global tersebut.

Menurut laporan, Iran menutup Selat Hormuz pada 2 Maret setelah digempur Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari. Penutupan itu disebut sebagai bentuk balasan Teheran untuk menekan kedua negara tersebut.

Dalam wawancara yang sama, Bessent turut menyinggung langkah China di Dewan Keamanan PBB. Bulan lalu, Beijing bersama Rusia memveto upaya untuk mengutuk blokade Iran terhadap Selat Hormuz. Kedua negara menilai rancangan resolusi tersebut berat sebelah karena hanya mengecam Iran tanpa menyebut serangan AS-Israel ke Iran.

Duta Besar China untuk PBB Fu Cong menyatakan draf resolusi itu tidak menangkap akar persoalan dan gambaran konflik secara menyeluruh serta seimbang.