Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026, seiring meningkatnya kehati-hatian investor menjelang libur panjang Idulfitri dan ketidakpastian global terkait konflik di Timur Tengah.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, investor cenderung memilih transaksi jangka pendek sambil memantau perkembangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurut dia, kehati-hatian pasar juga dipengaruhi oleh libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan berikutnya.
Selain itu, pelaku pasar menyoroti pesan yang dinilai saling bertentangan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait situasi di Selat Hormuz. Menteri Energi AS Chris Wright sempat menuliskan di media sosial bahwa Angkatan Laut AS mengawal sebuah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Namun, unggahan itu kemudian dihapus setelah Gedung Putih membantah adanya operasi tersebut.
Di saat yang sama, Pentagon menyatakan bahwa Amerika Serikat bersama Israel telah melancarkan serangan paling intens terhadap Iran dan operasi tersebut akan terus berlanjut hingga Teheran dikalahkan.
Dari sisi pergerakan harian, IHSG sempat dibuka menguat, tetapi berbalik melemah hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks bertahan di zona merah sampai akhir perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor mencatat penguatan. Sektor teknologi menjadi yang tertinggi dengan kenaikan 1,06 persen, disusul sektor kesehatan yang naik 0,38 persen dan sektor properti yang menguat 0,30 persen.

