Jakarta — Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 akan mengedepankan pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, WCCE menegaskan bahwa ekonomi kreatif bersifat inklusif, melampaui batas geografis, gender, dan strata ekonomi.
“WCCE sendiri berfungsi untuk mengarusutamakan ekonomi kreatif di level global dan menjadi platform agenda setting kebijakan internasional,” kata Riefky dalam konferensi pers WCCE 2026 di Jakarta, Rabu.
Riefky menjelaskan, WCCE tetap mengusung prinsip utama Inclusively Creative, namun membawa tema dan semangat baru, yakni Collective Continuity, yang menekankan pentingnya keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif. Ia menyebut kolaborasi kolektif para pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dunia sehingga dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi global.
WCCE 2026 disebut sebagai salah satu kekayaan intelektual (IP) yang dimiliki Indonesia dan diperkirakan akan dihadiri sekitar 80 negara dengan tujuan memajukan industri serta ekosistem ekonomi kreatif global. Konferensi ini juga didukung dua organisasi besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfokus pada ekonomi kreatif, yakni UN Trade and Development (UNCTAD) dan World Intellectual Property Organization (WIPO).
WCCE pertama kali digelar di Bali pada 2018. Untuk penyelenggaraan 2026, Jakarta dipilih sebagai tuan rumah dengan misi mendukung arah Jakarta menuju kota global. Riefky menambahkan, agenda WCCE juga menjadi prioritas nasional yang tercantum dalam RPJMN Presiden Prabowo dan masuk dalam rencana pengembangan ekonomi kreatif untuk 20 tahun ke depan.
WCCE 2026 yang dilaksanakan Kementerian Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri juga memiliki target khusus, yakni mendorong kesepahaman pemangku kepentingan nasional dan internasional agar “Jakarta Vision for Creative Economy” dapat masuk sebagai kebijakan ekonomi kreatif global dalam sidang PBB pada 2027.
“Harapannya dengan ini kita dapat mengatasi tantangan bersama, mengeksplorasi solusi, membentuk masa depan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Riefky.
WCCE 2026 dijadwalkan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 21–23 Oktober 2026. Sejumlah agenda kolaboratif bersama pelaku industri turut disiapkan, antara lain Screenverse oleh Dyandra Event Solutions yang menampilkan ekosistem film, gim, streaming, dan konten digital, serta Kult Kreo dari Dayakrea Mega Pradana yang mendorong monetisasi kekayaan intelektual di bidang fesyen, musik, dan budaya pop.