Dunia internasional dikejutkan oleh laporan yang menyebut kondisi kesehatan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan klaim bahwa ia meninggal dunia.
Informasi tersebut disebarkan media asal Teheran, Kantor Berita Tasnim. Dalam laporannya, Tasnim menyatakan Netanyahu kemungkinan tewas atau mengalami luka sangat serius.
Hingga kini, kebenaran klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara mandiri. Meski demikian, kabar itu memicu gelombang spekulasi di berbagai platform media sosial global.
Kecurigaan sebagian warganet dan pengamat menguat karena Netanyahu tidak terlihat di depan umum selama empat hari. Padahal, ia biasanya aktif membagikan rekaman video harian untuk berkomunikasi dengan warga dan pendukungnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, komunikasi yang mengatasnamakan Netanyahu disebut hanya disampaikan dalam bentuk tulisan atau naskah, tanpa disertai foto maupun video terbaru yang bisa menunjukkan kondisinya.
Situasi di lapangan turut menambah sorotan publik. Area di sekitar rumah dinas Perdana Menteri Israel dilaporkan mendapat pengawalan yang jauh lebih ketat. Langkah pengamanan tersebut disebut diterapkan tanpa penjelasan resmi dari pihak keamanan setempat kepada media.
Dalam laporan yang sama, Tasnim juga mengklaim beberapa orang dekat Netanyahu kemungkinan turut menjadi korban serangan. Nama Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir serta Iddo, yang disebut sebagai saudara kandung Netanyahu, turut disebut masuk dalam daftar tersebut.

