BERITA TERKINI
Mahfuz Sidik: Dunia Menanti Kepastian Rencana Serangan AS ke Iran

Mahfuz Sidik: Dunia Menanti Kepastian Rencana Serangan AS ke Iran

JAKARTA—Mantan Ketua Komisi I DPR periode 2010-2016, Mahfuz Sidik, mengatakan dunia saat ini menantikan kepastian rencana serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran, apakah benar-benar akan terjadi atau tidak. Menurutnya, isu tersebut menjadi perhatian banyak pihak karena berpotensi memicu perang dunia ketiga.

“Masalah ini sangat aktual menjadi perbicangan banyak pihak, yang sering dinanti adalah kabar terbaru dari situasi ini, yaitu serangan Amerika ke Iran yang berpotensi memicu terjadinya perang dunia ketiga,” kata Mahfuz.

Mahfuz, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora), menyebut Iran masuk dalam daftar tujuh negara yang disebut harus dihancurkan atau dilumpuhkan secara politik dan militer demi kepentingan menjadikan Israel sebagai kekuatan terbesar dan penjamin kepentingan Barat di kawasan Timur Tengah.

Ia merujuk pada dokumen yang disebut dibocorkan mantan Panglima NATO Jenderal Wesley Clark. Dalam dokumen itu, menurut Mahfuz, Gedung Putih mengagendakan perang militer terhadap tujuh negara dalam lima tahun setelah serangan 11 September 2001 di AS.

Mahfuz menyebut tujuh negara yang dimaksud adalah Irak, Suriah, Libanon, Libya, Somalia, Sudan, dan Iran. Ia menilai dari daftar tersebut, saat ini hanya Iran yang belum dapat dilumpuhkan secara militer dan politik, sementara enam negara lainnya dinilai telah dikuasai dan sebagian mengalami kondisi yang nyaris porak-poranda, seperti Libya dan Suriah.

Mahfuz juga menyatakan dokumen tersebut kini dilanjutkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang disebutnya akan menggunakan berbagai cara untuk mewujudkan keinginan menyerang Iran. Ia menambahkan, Trump menilai Iran sebagai pendukung terorisme global dan mengumandangkan konsep “global war terrorism” sebagai pendekatan baru.

Selain itu, Mahfuz menyebut ada dokumen lain yang, menurutnya, dijadikan dasar untuk menyerang Iran, yakni dokumen yang disusun oleh tim politisi senior dan penasihat senior di Washington DC untuk Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. Mahfuz mengatakan dokumen itu bertujuan mereposisi peta Timur Tengah, menjadikan Israel sebagai kekuatan paling dominan di kawasan, dan menempatkan Iran sebagai “batu terakhir” yang dinilai masih menjadi ancaman bagi Israel.

Mahfuz menilai strategi tersebut menjadi tantangan dan ancaman besar bagi dunia karena Iran disebut memiliki kemampuan yang berbeda dibanding enam negara lain yang sebelumnya dilumpuhkan AS. Ia menyebut Iran memiliki nuklir, rudal balistik, serta pasukan Garda Revolusi yang kuat dan memiliki kedekatan dengan Rusia dan China. Ia juga menyoroti posisi Iran yang menguasai Selat Hormuz, yang jika ditutup dinilainya dapat mengganggu distribusi dunia.