BERITA TERKINI
Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Gangguan Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Gangguan Rantai Pasok Global

PT LOTTE Chemical Indonesia (LCI) menyatakan komitmennya menjaga stabilitas pasokan bahan baku bagi industri hilir dan manufaktur nasional di tengah tekanan krisis rantai pasok global. Perusahaan menegaskan akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pasar domestik Indonesia.

Krisis rantai pasok disebut dipicu eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi energi dunia, khususnya di Selat Hormuz. Gangguan pada jalur tersebut menyebabkan pasokan bahan baku utama seperti nafta dan LPG menjadi terbatas, padahal keduanya merupakan komponen penting dalam industri petrokimia.

Direktur Management Support PT LOTTE Chemical Indonesia, Cho Jin-Woo, mengatakan perusahaan berupaya mengoptimalkan sumber daya untuk meminimalkan dampak gangguan pasokan sekaligus mendukung stabilitas sektor manufaktur nasional. “Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, prioritas utama kami adalah menjaga keberlangsungan pasokan bagi industri dalam negeri. Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk meminimalkan dampak gangguan serta mendukung stabilitas sektor manufaktur nasional,” ujar Cho.

Untuk mengantisipasi gangguan pasokan, LCI melakukan diversifikasi sumber bahan baku dari berbagai alternatif global. Selain itu, distribusi produk dilakukan secara terukur agar keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan permintaan industri hilir tetap terjaga.

LCI menyampaikan operasional pabrik masih berjalan, meski disertai penyesuaian kapasitas produksi. Penurunan produksi dilakukan karena perubahan jalur logistik bahan baku yang terdampak krisis. “LCI hingga saat ini masih beroperasi, namun dengan tingkat produksi yang disesuaikan. Kami melakukan evaluasi harian untuk memastikan transparansi dan respons cepat terhadap dinamika situasi global,” kata Cho.

Dalam menghadapi situasi ini, LCI juga mengajukan sejumlah dukungan strategis kepada Pemerintah Indonesia. Usulan tersebut mencakup penyederhanaan regulasi impor bahan baku, penerapan bea masuk 0 persen untuk LPG sebagai bahan baku industri, dukungan fiskal sementara akibat lonjakan biaya logistik global, serta bantuan pembukaan jalur aman bagi kapal pengangkut bahan baku yang tertahan di Selat Hormuz.

Cho menilai dukungan tersebut penting tidak hanya untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional. “Kami berharap pemerintah dapat memastikan ketersediaan energi serta kebijakan yang tepat sasaran agar aktivitas produksi tetap berjalan dan mendukung program hilirisasi nasional,” ujarnya.

LCI turut menyampaikan apresiasi kepada pelanggan dan para pemangku kepentingan atas kepercayaan yang diberikan. Perusahaan menegaskan akan menjaga transparansi komunikasi dan keberlanjutan pasokan di tengah kondisi global yang menantang.

PT LOTTE Chemical Indonesia merupakan perusahaan petrokimia yang mendukung pertumbuhan industri kimia dan manufaktur nasional. Sebagai bagian dari LOTTE Chemical Corporation, LCI mengoperasikan fasilitas naphtha cracker pertama di Indonesia dalam tiga dekade terakhir, dengan kapasitas produksi tahunan meliputi 1 juta ton etilena, 520 ribu ton propilena, dan 350 ribu ton polipropilena.