Jumlah miliarder di dunia terus meningkat seiring bertambahnya kekayaan yang mereka kuasai. Pada 2025, lebih dari 3.000 miliarder mengendalikan hampir USD 15 triliun atau sekitar 13% dari total kekayaan pribadi global.
Data yang dikutip dari CEO World pada Selasa (10/3/2026) menyebutkan, temuan Oxfam dan Credit Suisse menunjukkan nilai kekayaan tersebut bahkan melampaui gabungan Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara besar seperti Jepang, Jerman, dan India.
Pertumbuhan jumlah miliarder juga berlangsung cepat. Dalam satu tahun terakhir, tercatat ada 340 miliarder baru di dunia.
Perkembangan ini dinilai mencerminkan ketimpangan ekonomi global yang semakin tajam. Ketimpangan tidak hanya terjadi karena kelompok ultra-kaya semakin kaya, tetapi juga karena pengaruh besar yang mereka miliki dalam menentukan aturan ekonomi yang turut menopang akumulasi kekayaan.
Sejak 2020, kelompok 1% orang terkaya di dunia disebut menguasai hampir dua pertiga dari seluruh kekayaan baru yang tercipta secara global.
Sementara itu, sekitar 800 juta pekerja di berbagai negara mengalami pertumbuhan upah yang lebih rendah dibandingkan inflasi. Kondisi tersebut menekan daya beli, bahkan disebut setara dengan kehilangan satu bulan gaji setiap tahun.
Gambaran ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kekayaan global belum dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

