PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp31 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis, 7 Mei 2026. Keputusan ini diambil di tengah kondisi ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, dan perubahan pola perdagangan internasional.
Sepanjang tahun buku 2025, LTLS membukukan pendapatan Rp8,8 triliun. Perseroan juga mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp149 miliar, dengan EBITDA mencapai Rp573 miliar.
Dari sisi kesehatan keuangan, perusahaan melaporkan current ratio 1,18x, net gearing 0,32x, serta net debt to EBITDA 1,87x. Manajemen menyebut capaian tersebut didukung strategi efisiensi operasional, optimalisasi portofolio, dan penguatan fundamental usaha.
Total dividen yang dibagikan mencapai Rp45,4 miliar atau sekitar 30% dari laba bersih tahun buku 2025. Dalam alokasi laba bersih, perseroan menetapkan Rp45,4 miliar untuk dividen, Rp200 juta untuk dana cadangan, dan sisanya dicatat sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi serta pengembangan bisnis ke depan.
Pembayaran dividen akan diberikan kepada pemegang saham dengan total saham beredar 1,46 miliar saham (setelah treasury stock). Jadwal pembagian dividen ditetapkan sebagai berikut: 19 Mei 2026 cum dividen (pasar reguler dan negosiasi), 20 Mei 2026 ex dividen (pasar reguler dan negosiasi), 21 Mei 2026 cum dividen (pasar tunai sekaligus recording date), 22 Mei 2026 ex dividen (pasar tunai), dan 29 Mei 2026 pembayaran dividen.
Head of Investor Relations, Corporate Communications, and ESG PT Lautan Luas Tbk, Eurike Hadijaya, mengatakan perusahaan akan melanjutkan strategi adaptif dengan fokus pada peningkatan efisiensi operasional, pengembangan produk bernilai tambah, serta penguatan daya saing di seluruh lini bisnis. Perseroan juga memantau dinamika makroekonomi global dan domestik, termasuk kebijakan pemerintah serta kondisi pasar yang dapat memengaruhi kinerja.
Selain kinerja keuangan, LTLS menyampaikan penguatan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program sosial dan lingkungan. Salah satu inisiatif yang disampaikan adalah pembangunan sekolah ramah lingkungan menggunakan eco-blocks yang memanfaatkan sekitar 2,2 ton sampah plastik dan diklaim mampu menurunkan emisi karbon hingga 5,2 ton CO₂, dengan keterlibatan karyawan dalam kegiatan mural painting di sekolah tersebut.
Di sektor lingkungan, perusahaan melanjutkan program penanaman 10.000 mangrove di Semarang pada April 2025, setelah sebelumnya dilakukan di Mauk, Tangerang pada 2024. Perseroan juga menyebut dukungan kepada masyarakat melalui penyediaan air bersih di desa serta layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi warga sekitar.
Melalui kombinasi kinerja finansial dan program ESG, LTLS menegaskan upayanya menjaga ketahanan bisnis di tengah tantangan global.