Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) dikenal sebagai salah satu pergolakan bersenjata pada masa awal setelah Indonesia merdeka. Peristiwa ini kerap disebut sebagai pemberontakan pertama pada periode pascakemerdekaan, dengan gerakan yang muncul di sejumlah daerah.
Secara umum, DI/TII dipahami sebagai pergerakan yang berkembang di berbagai wilayah Indonesia. Kemunculannya di banyak daerah membuat penanganan dan penyelesaiannya menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah pada masa itu, karena karakter gerakan dan situasi keamanan di tiap wilayah dapat berbeda.
Dalam konteks sejarah nasional, pembahasan mengenai DI/TII biasanya mencakup dua hal utama: latar belakang munculnya gerakan di berbagai daerah serta langkah-langkah yang ditempuh untuk mengakhirinya. Penyelesaian DI/TII kemudian menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk menstabilkan keadaan dan memperkuat konsolidasi negara setelah proklamasi kemerdekaan.

