BERITA TERKINI
Kunci Jawaban PPKn Kelas 9 Halaman 117–118: Contoh Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya Indonesia

Kunci Jawaban PPKn Kelas 9 Halaman 117–118: Contoh Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya Indonesia

Sejumlah pertanyaan terkait tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia tercantum dalam buku Pendidikan Pancasila (PPKn) kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka. Materi ini terdapat pada Bab 4 berjudul Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global karya Yudha Dana Prahara dkk.

Dalam buku Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas IX terbitan Kemdikbudristek tahun 2021, siswa diminta menjawab tiga pertanyaan pada bagian Ayo, Mengamati di halaman 117 dan 118. Salah satu pertanyaannya menanyakan tradisi, kearifan lokal, dan budaya yang ada di Indonesia.

Berikut rangkuman kunci jawaban untuk PPKn kelas 9 halaman 117–118 sebagai referensi belajar.

Halaman 117 – Ayo, Mengamati

1. Tradisi, kearifan lokal, dan budaya apa saja yang terdapat di Indonesia?

Contoh tradisi, kearifan lokal, dan budaya di Indonesia antara lain:

Subak (Bali), yaitu sistem pengairan sawah tradisional berbasis gotong royong dan filosofi Tri Hita Karana; Sasi (Maluku), berupa larangan sementara memanfaatkan sumber daya alam untuk menjaga kelestarian ekosistem; Awig-awig (Bali dan Lombok), yakni aturan adat tertulis yang mengatur kehidupan masyarakat termasuk pengelolaan lingkungan dan sosial.

Selain itu terdapat Upacara Ngaben (Bali) sebagai upacara pembakaran jenazah dengan makna membebaskan roh agar kembali ke alam; Ma'nene (Toraja, Sulawesi Selatan), ritual membersihkan dan mengganti pakaian jenazah leluhur; Karapan Sapi (Madura, Jawa Timur), perlombaan pacuan sapi yang berkaitan dengan status sosial, solidaritas, dan hiburan pascapanen.

Tradisi lain yang disebutkan ialah Nyadran atau Sedekah Laut (Jawa dan wilayah pesisir) untuk membersihkan desa dan memohon keselamatan nelayan serta hasil laut; Grebeg Maulud (Yogyakarta dan Solo) berupa prosesi perayaan Maulid Nabi dengan gunungan hasil bumi yang dibagikan kepada masyarakat; serta Lompat Batu (Nias) sebagai ujian kedewasaan dan keberanian pemuda.

Di luar itu, terdapat pula kesenian seperti Tari Kecak (Bali), Wayang Kulit (Jawa), Batik, Tenun Ikat, permainan tradisional seperti petak umpet dan congklak, serta kuliner khas daerah.

Halaman 118 – Ayo, Mengamati

2. Apakah tradisi tersebut masih lestari di kalangan masyarakat terutama generasi muda?

Sebagian tradisi dan budaya Indonesia masih lestari dan tetap dilaksanakan oleh masyarakat, terutama pada acara adat dan perayaan tertentu. Contohnya Subak di Bali, Upacara Ngaben, Ma'nene di Toraja, Nyadran di Jawa, serta Grebeg di Yogyakarta dan Solo.

Namun, di kalangan generasi muda, beberapa tradisi mulai jarang dilakukan karena pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi. Banyak generasi muda dinilai lebih tertarik pada budaya modern dan budaya asing.

Meski demikian, masih ada generasi muda yang berupaya melestarikan budaya melalui kegiatan seni, komunitas budaya, dan pemanfaatan media sosial.