Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan kondisi fiskal Indonesia pada triwulan pertama 2026 tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik yang membebani perekonomian global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan asesmen KSSK menunjukkan kondisi fiskal, manajemen, dan struktur keuangan selama triwulan I 2026 berada dalam kondisi terjaga, meski volatilitas pasar keuangan global meningkat seiring eskalasi konflik di Timur Tengah.
Menurut Purbaya, memasuki April 2026, dinamika penyelesaian konflik Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi kapabilitas pasar keuangan global, terutama terkait lonjakan harga energi.
Ia menambahkan, KSSK—yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan—akan terus mencermati perkembangan serta melakukan asesmen secara forward looking terhadap kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini, seiring meningkatnya risiko ketidakpastian ekonomi global.
Selain itu, KSSK juga akan melanjutkan langkah mitigasi yang dilakukan antarlembaga anggota KSSK maupun dengan lembaga pemerintahan lainnya.