BERITA TERKINI
Konflik Timur Tengah Berpotensi Pangkas 5.500 Wisatawan Asing per Hari, Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi

Konflik Timur Tengah Berpotensi Pangkas 5.500 Wisatawan Asing per Hari, Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi

Jakarta — Kementerian Pariwisata memproyeksikan potensi kehilangan sekitar 5.500 wisatawan mancanegara per hari di tengah konflik Timur Tengah. Jika tidak segera dimitigasi, potensi kerugian devisa diperkirakan mencapai Rp184,8 miliar per hari.

Di sisi lain, laporan InJourney Airports untuk periode akhir Februari hingga 10 Maret 2026 mencatat adanya gangguan pada sembilan rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Gangguan tersebut berdampak pada mobilisasi 47.012 penumpang. Situasi ini disebut turut diperparah oleh kenaikan harga avtur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Indonesia perlu segera melakukan reformasi sektor pariwisata untuk memitigasi dampak krisis global, khususnya konflik di Timur Tengah. “Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk memitigasi kerugian akibat krisis global, serta membangun fondasi pariwisata dan destinasi yang kompetitif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (18/3).

Airlangga menegaskan sektor pariwisata tetap penting untuk menjadi fokus, mengingat kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Pada 2025, sektor pariwisata menyumbang Rp945,7 triliun atau setara 3,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 15,39 juta orang atau tumbuh 10,7 persen secara tahunan (yoy). Dari sisi devisa, sektor ini menghasilkan 18,91 miliar dolar AS serta menopang 25,91 juta tenaga kerja.

Dalam paparan langkah strategis, Airlangga menyebut perlunya perluasan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK). Berdasarkan kajian World Travel and Tourism Council, kebijakan BVK terhadap 169 negara sejak 2015 dinilai mampu mendorong pertumbuhan wisatawan hingga 15 persen per tahun serta menciptakan sekitar 400.000 lapangan kerja baru di sektor pariwisata. Saat ini, Kementerian Pariwisata telah mengidentifikasi 20 negara potensial sebagai target perluasan.

Pemerintah juga didorong memperkuat pasar domestik dengan memanfaatkan momentum libur Lebaran sebagai penopang utama. Strategi ini dapat dilakukan melalui konsep micro-tourism, yakni pengembangan destinasi dalam radius perjalanan darat dengan pengalaman wisata yang lebih mendalam. Sejumlah stimulus turut disiapkan, antara lain diskon transportasi selama periode Lebaran 2026 serta kebijakan Work From Anywhere untuk mendorong mobilitas wisatawan domestik.

Langkah lain yang diusulkan mencakup negosiasi pembukaan rute internasional baru, penguatan branding Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil, serta promosi destinasi bagi digital nomad. Wilayah seperti Jakarta, Kepulauan Riau, hingga KEK Kura-Kura Bali dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ekosistem kerja berbasis teknologi yang aman bagi talenta digital global.

Airlangga juga menyoroti gejolak nilai tukar yang dinilainya dapat menjadi peluang dalam menarik wisatawan. “Dengan gejolak nilai tukar saat ini, seharusnya menjadi potensi tersembunyi dalam menarik wisatawan karena mereka bisa mendapatkan nilai lebih dari uang yang mereka tukarkan. Untuk itu, pemasaran yang menonjolkan Indonesia sebagai destinasi high-end dengan harga terjangkau perlu diperkuat,” kata dia.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan untuk menjaga ketahanan ekosistem pariwisata di tengah dinamika global.