Harga aluminium global melonjak seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan logam industri akibat eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Menurut laporan Reuters, harga aluminium mencapai US$ 3.296 per metrik ton pada Kamis (5/3/2026). Level tersebut naik 5% sejak eskalasi konflik AS–Iran pada 28 Februari 2026. Secara tahun berjalan, harga aluminium tercatat telah menguat 10%.
Sementara itu, data Trading Economics juga menjadi rujukan pergerakan harga aluminium, meski rincian lanjutan dalam data tersebut tidak disertakan dalam materi yang tersedia.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, pasar menilai risiko terhadap rantai pasok dapat mendorong harga aluminium bergerak lebih tinggi. Dalam konteks ini, harga aluminium diperkirakan berpeluang menyentuh US$ 3.600 per metrik ton.

