BERITA TERKINI
Konflik di Selat Hormuz Dorong Harga Minyak dan Ganggu Pasokan Pupuk, Ketahanan Pangan Global Terancam

Konflik di Selat Hormuz Dorong Harga Minyak dan Ganggu Pasokan Pupuk, Ketahanan Pangan Global Terancam

KARACHI – Eskalasi konflik global yang melibatkan Iran memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi dan ketahanan pangan dunia. Penutupan efektif Selat Hormuz—jalur pelayaran strategis—disebut mendorong harga minyak ke level berbahaya sekaligus mengganggu rantai pasok pupuk internasional.

Ketua Exchange Companies Association of Pakistan (ECAP), Malik Muhammad Bostan, menyatakan dampak gangguan di jalur tersebut tidak hanya terkait sektor energi. Menurutnya, tersendatnya distribusi melalui Selat Hormuz berpotensi menjadi ancaman langsung bagi sektor pertanian global.

Bostan menjelaskan kawasan Teluk merupakan pemasok utama urea dan sejumlah pupuk penting bagi negara-negara besar, termasuk China, Amerika Serikat, Australia, dan Indonesia. Di tengah musim tanam yang sedang berlangsung di belahan bumi utara, gangguan distribusi pupuk dinilai dapat menekan produktivitas komoditas pangan utama seperti gandum, padi, jagung, dan kedelai.

Ia menilai kondisi tersebut berisiko memperberat tekanan terhadap ketahanan pangan global, terutama ketika perekonomian dunia masih dibayangi ketidakpastian dan dampak perubahan iklim.

Dari sisi domestik, ECAP memperingatkan bahwa blokade berkepanjangan dapat berdampak signifikan terhadap perekonomian Pakistan. Bostan menyebut biaya impor minyak berpotensi melonjak hingga tiga kali lipat, yang pada akhirnya dapat mendorong inflasi ke kisaran 15% hingga 17%.

Meski demikian, Bostan mengapresiasi langkah pemerintah Pakistan yang dinilai proaktif, termasuk peran Pakistan National Shipping Corporation (PNSC) dalam menjaga kelangsungan distribusi energi nasional di tengah ketegangan maritim. Ia juga mendorong pelaku usaha memprioritaskan layanan pelayaran nasional untuk mengurangi ketergantungan pada operator asing dan memperkuat kemandirian logistik.

Lebih lanjut, Bostan menilai konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel menyoroti tingginya risiko instabilitas kawasan terhadap perdamaian global. Ia juga mencatat adanya peningkatan tekanan domestik di Amerika Serikat terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mendorong upaya gencatan senjata.

Di sisi lain, krisis tersebut dinilai memberi ruang bagi Iran untuk menunjukkan ketahanan strategisnya sebagai kekuatan regional. Menutup pernyataannya, Bostan menyerukan langkah diplomasi segera untuk meredakan konflik dan mendesak pemerintah Pakistan menyiapkan strategi mitigasi guna melindungi ekonomi nasional dari guncangan energi global.