BERITA TERKINI
Kodam II/Sriwijaya Berlakukan Siaga 1, Tingkatkan Kesiapsiagaan di Tengah Dinamika Konflik Global

Kodam II/Sriwijaya Berlakukan Siaga 1, Tingkatkan Kesiapsiagaan di Tengah Dinamika Konflik Global

Kodam II/Sriwijaya memberlakukan status siaga tingkat 1 sebagai tindak lanjut instruksi Panglima TNI untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional di tengah dinamika konflik internasional serta pertimbangan situasi dalam negeri.

Pembentukan dan pengecekan kesiapsiagaan personel digelar serentak oleh seluruh satuan di jajaran Kodam II/Sriwijaya pada 7 Maret 2026. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh unsur kekuatan TNI, mulai dari matra darat, laut, hingga udara.

Instruksi siaga disampaikan melalui Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang diteken Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026. Dalam dokumen itu, perintah siaga tingkat 1 dinyatakan berlaku sejak 1 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.

Kolonel Inf Rony Fitriyanto menegaskan kesiapsiagaan merupakan kewajiban yang harus dijalankan prajurit dengan dedikasi. Ia juga menyampaikan bahwa status siaga harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kesungguhan, serta menjadi ukuran profesionalisme melalui kepatuhan terhadap instruksi komando atas.

“Perintah ini adalah amanah yang wajib dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Rony.

Ia turut menyinggung pelaksanaan tugas di bulan suci Ramadan. Menurutnya, ibadah puasa tidak menjadi penghalang bagi prajurit untuk tetap waspada, karena tantangan keamanan dapat muncul kapan saja.

Sementara itu, Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menyatakan pihaknya terus bersinergi dengan Polri dan pemerintah daerah dalam menjalankan instruksi siaga 1. Ia menekankan penguatan keamanan wilayah tidak hanya bertumpu pada aparat formal, tetapi juga memerlukan partisipasi elemen masyarakat produktif, termasuk pengemudi ojek online dan kalangan buruh.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Apel “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” yang digelar pada 8 Februari 2026 di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang. Apel itu dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri jajaran Forkopimda Sumatera Selatan, antara lain Gubernur Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandinugroho, serta Wali Kota Palembang Ratu Dewa.