BERITA TERKINI
KNPI: Kehadiran Prabowo di Board of Peace Berpeluang Hasilkan Terobosan Diplomasi

KNPI: Kehadiran Prabowo di Board of Peace Berpeluang Hasilkan Terobosan Diplomasi

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam forum Board of Peace (BOP) dinilai sebagai langkah strategis yang berpotensi memberikan keuntungan konkret bagi Indonesia, baik di tingkat global maupun domestik. Penilaian itu disampaikan Ketua Umum KNPI, Tantan Taufiq Lubis.

Tantan menyebut setidaknya ada tiga target penting dari partisipasi Indonesia dalam forum tersebut. Menurutnya, hasil yang paling realistis dan mudah disampaikan kepada publik adalah tercapainya kesepakatan dagang yang konkret. Ia menilai penandatanganan ART sebagai capaian yang paling cepat diraih pemerintah.

“Penandatanganan ART akan menjadi pencapaian nyata yang bisa segera dikomunikasikan ke publik sebagai bukti keberhasilan diplomasi ekonomi. Ini akan meredam kritik bahwa kunjungan ini hanya buang-buang waktu dan anggaran,” kata Tantan dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Selain aspek ekonomi, Tantan juga menilai kehadiran Indonesia di BOP menunjukkan peran global yang semakin signifikan. Ia menyoroti komitmen untuk mengirimkan hingga 8.000 personel TNI ke Gaza sebagai bagian dari pasukan stabilisasi internasional. Jika terealisasi, kontribusi itu disebut akan menjadi salah satu misi perdamaian terbesar Indonesia sejak keterlibatan pasukan Garuda di Timur Tengah.

“Ini akan menjadi kontribusi perdamaian paling signifikan sejak misi Garuda di Timur Tengah. Ini adalah ‘pulang’ membawa tanggung jawab, sekaligus prestise,” ujarnya.

Di sisi lain, Tantan menilai legitimasi di dalam negeri menjadi tantangan yang paling krusial. Ia menekankan pentingnya Prabowo membuktikan kepada publik, khususnya kelompok Muslim, bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace tidak mengkhianati perjuangan Palestina. Menurutnya, apabila Prabowo mampu menunjukkan aspirasi Indonesia benar-benar didengar, terutama di pusat pengambilan keputusan global seperti Washington, maka langkah tersebut dapat memperkuat kepercayaan publik.

Tantan menilai, jika Prabowo dapat membawa pulang hasil nyata—baik berupa kesepakatan ekonomi, kontribusi perdamaian, maupun penguatan posisi Indonesia dalam isu Palestina—maka hal itu akan menjadi modal penting bagi kepemimpinan Indonesia ke depan.

“Dengan demikian, kehadiran di Board of Peace bukan sekadar simbol diplomasi, melainkan peluang strategis untuk menegaskan peran Indonesia sebagai aktor penting dalam menjaga perdamaian dunia,” pungkasnya.