PYONGYANG — Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan negaranya dapat menimbulkan ancaman nuklir yang kredibel bagi Amerika Serikat (AS), alih-alih menjadi sasaran upaya Washington untuk memproyeksikan kekuatan. Pernyataan itu disampaikan Kim dalam pidato kebijakan kepada para anggota parlemen yang baru terpilih pada Senin.
Dalam pidatonya, Kim menekankan peran senjata nuklir sebagai bagian penting untuk memastikan keamanan nasional. Ia menuding AS melakukan “teror dan agresi negara” secara global, dan menyatakan hal tersebut menjadi alasan kekhawatiran Pyongyang terhadap kehadiran militer AS di kawasan, termasuk penempatan yang melibatkan aset berkemampuan nuklir.
Kim mengatakan persenjataan nuklir Korea Utara memberikan perlindungan kuat terhadap potensi serangan. “Negara kita bukan lagi negara yang terancam,” katanya. “Kita memiliki kekuatan untuk menimbulkan ancaman jika perlu.”
Korea Utara sebelumnya menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir pada 2003 untuk mengejar program senjatanya.

