Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro, ST dari Fraksi PDI Perjuangan menggelar reses masa persidangan II Tahun 2025/2026 di Aula Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Kamis (12/3/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB itu dihadiri sekitar 300 undangan dari pengurus ranting dan anak ranting PDI Perjuangan di Kelurahan Muarareja, Kraton, dan Tegalsari.
Reses tersebut didampingi Camat Tegal Barat, Teti. Dalam kesempatan itu, Kusnendro menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang disebutnya akan dicatat dan diperjuangkan agar dapat direalisasikan melalui kebijakan serta program pembangunan di Kota Tegal.
Dalam sambutannya, Kusnendro menegaskan reses merupakan kewajiban anggota legislatif untuk turun langsung ke masyarakat guna mendengarkan permasalahan dan kebutuhan warga. “Melalui reses ini kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan agar bisa direalisasikan melalui program pemerintah daerah,” ujarnya.
Selain menyampaikan agenda penyerapan aspirasi, Kusnendro juga menyinggung situasi global yang memanas, terutama meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026. Menurutnya, konflik tersebut berpotensi berdampak bagi Indonesia, khususnya pada sektor ekonomi, energi, dan transportasi.
Ia menjelaskan ketegangan di Selat Hormuz, yang disebut sebagai jalur utama distribusi minyak dunia, dapat memicu kekhawatiran lonjakan harga minyak mentah global. Kondisi itu dinilai berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena meningkatnya kebutuhan subsidi bahan bakar minyak dan energi.
Ia juga menyebut eskalasi konflik dapat menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan yang berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah serta tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). “Kondisi global seperti ini bisa berdampak ke berbagai sektor. Jika harga minyak dunia naik dan jalur distribusi terganggu, biaya logistik juga ikut meningkat. Hal itu dapat memicu kenaikan harga barang impor dan berpotensi menimbulkan inflasi,” jelasnya.
Dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan tersebut, Kusnendro mengingatkan masyarakat, khususnya warga Kota Tegal, untuk mulai menerapkan pola hidup hemat sebagai langkah antisipasi apabila konflik terus berlanjut. Ia berharap masyarakat lebih bijak mengelola pengeluaran rumah tangga agar tetap mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Kita tidak tahu sampai kapan konflik itu berlangsung. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk mulai berhemat dan bijak dalam mengatur keuangan agar kita semua bisa bertahan jika dampaknya sampai ke Indonesia,” pungkasnya.

