BERITA TERKINI
Ketua AIRI: Buyback Saham Tidak Selalu Menandakan Perusahaan Sehat

Ketua AIRI: Buyback Saham Tidak Selalu Menandakan Perusahaan Sehat

Ketua Asosiasi Investor Relations Indonesia (AIRI) Julius Caesar Simosir mengingatkan bahwa aksi beli kembali saham atau buyback tidak selalu menjadi indikator perusahaan berada dalam kondisi sehat. Pernyataan itu ia sampaikan dalam Workshop Edukasi Ekonomi Makro dan Analisis Laporan Keuangan di Jakarta, Kamis (22/5/2025).

Menurut Julius, publik perlu mencermati tujuan di balik kebijakan buyback. Ia menilai, buyback dapat digunakan sebagai cara untuk membentuk persepsi pasar, bukan semata-mata mencerminkan kekuatan finansial perusahaan.

“Bisa jadi mereka rugi, tapi tetap buyback supaya terlihat menarik dan itu berbahaya,” kata Julius. Ia menekankan, buyback seharusnya dilakukan ketika perusahaan memiliki cadangan kas yang memadai serta arah bisnis yang jelas.

Jika dilakukan tanpa landasan tersebut, buyback dinilai berpotensi menggerus kepercayaan pasar dan merugikan investor. Julius menyebut ada perusahaan yang tetap menjalankan buyback meski sedang menghadapi tekanan keuangan atau pembengkakan utang.

Ia menilai sinyal seperti itu patut dicermati oleh publik maupun analis pasar. “Kalau buyback-nya tak dijelaskan logis, itu malah bikin ragu investor,” ujarnya.

Julius mengajak masyarakat untuk tidak serta-merta menganggap buyback sebagai sinyal positif. Menurutnya, analisis terhadap latar belakang kebijakan dan waktu pelaksanaannya diperlukan agar penilaian terhadap kondisi perusahaan lebih akurat.