BERITA TERKINI
Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasar, Ini Pilihan Investasi yang Dinilai Lebih Aman Saat Krisis

Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasar, Ini Pilihan Investasi yang Dinilai Lebih Aman Saat Krisis

Jakarta – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik yang melibatkan Iran serta Amerika Serikat-Israel, kembali memunculkan kekhawatiran di pasar global. Dampaknya tidak hanya terasa pada sektor energi, tetapi juga merambat ke inflasi, nilai tukar, hingga pergerakan pasar saham dunia.

Dalam situasi seperti ini, banyak investor mulai mencari instrumen yang dinilai lebih aman untuk melindungi nilai aset. Krisis akibat perang biasanya menciptakan ketidakpastian tinggi, sehingga pelaku pasar cenderung menghindari risiko. Fenomena tersebut dikenal sebagai “flight to safety”, ketika dana berpindah dari aset berisiko ke instrumen yang dianggap lebih stabil.

Karena itu, memahami pilihan investasi saat krisis menjadi langkah penting agar investor tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki peluang memperoleh keuntungan. Berikut beberapa instrumen yang dinilai relatif aman dan berpotensi menguntungkan saat krisis, sebagaimana dirangkum dari Financial Times, Rabu, 15 April 2026.

1. Emas sebagai safe haven
Emas kerap menjadi pilihan utama ketika situasi global tidak menentu. Logam mulia ini dinilai memiliki nilai intrinsik yang tidak bergantung pada kebijakan suatu negara. Saat inflasi meningkat, misalnya akibat lonjakan harga energi, harga emas cenderung ikut menguat. Kondisi ini membuat banyak investor beralih ke emas untuk menjaga nilai kekayaan.

2. Dolar AS
Selain emas, dolar Amerika Serikat juga sering diburu sebagai aset safe haven. Dalam situasi konflik global, permintaan terhadap dolar biasanya meningkat karena dipandang sebagai mata uang yang stabil. Pada kondisi tertentu, dolar bahkan disebut dapat lebih unggul dibanding emas karena tingkat likuiditasnya yang tinggi.

3. Komoditas energi
Konflik yang melibatkan Iran berkaitan erat dengan pasokan energi dunia, terutama jalur distribusi minyak. Ketika eskalasi meningkat, harga minyak dan gas umumnya melonjak tajam. Situasi ini membuat investasi di sektor energi dinilai menarik, terutama untuk jangka pendek.

4. Saham sektor defensif
Di tengah krisis, tidak semua saham otomatis tertekan. Saham sektor defensif seperti kesehatan, kebutuhan pokok, dan utilitas cenderung lebih stabil karena produk dan layanannya tetap dibutuhkan masyarakat meski kondisi ekonomi sedang tidak menentu.