Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan memiliki kontrol penuh atas jalur laut strategis tersebut. Situasi kian memanas menyusul laporan serangan IRGC yang disebut berhasil membakar sebuah kapal tanker milik Amerika Serikat di perairan dekat Sharjah, Uni Emirat Arab.
Pasca-insiden itu, Teheran dinilai tidak menunjukkan tanda-tanda meredakan konflik. IRGC mengeluarkan ancaman terbuka untuk menghancurkan pangkalan atau tempat persembunyian militer Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah sebagai respons atas kehadiran militer asing di kawasan.
Dalam pernyataan keras lainnya, Iran juga menyoroti Israel. Teheran memperingatkan bahwa Israel tidak bisa lagi bergantung pada perlindungan militer Amerika Serikat, dengan alasan meningkatnya efektivitas serangan drone dan rudal Iran yang diklaim mampu menembus sistem pertahanan udara Iron Dome.
Meski Iran menyampaikan klaim keberhasilan, terdapat laporan lain yang menyebut dari 85 rudal yang diluncurkan IRGC, sebanyak 79 berhasil ditangani oleh sistem pertahanan pihak lawan. Namun, perkembangan ini tetap mendorong Amerika Serikat untuk melakukan tindakan balasan dengan menyerang Pulau Kharg di Iran.
Di tengah tekanan yang meningkat di Selat Hormuz, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyesuaikan pendekatan diplomatik terkait aspek militer. Washington disebut meminta dukungan dari China dan Jepang, serta mendorong negara-negara sekutu untuk mengerahkan angkatan laut guna melindungi lalu lintas maritim yang terancam.
Langkah itu diambil setelah Washington disebut menghadapi kesulitan dalam merespons serangan balasan Teheran terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel. Trump meminta partisipasi internasional untuk menjaga keamanan rute distribusi energi yang dinilai vital bagi perekonomian global.
Meski situasi dinilai labil, Trump menyampaikan optimisme. Ia menyebut operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel telah melemahkan kemampuan militer Iran, bahkan mengklaim kekuatan militer Teheran hampir sepenuhnya hancur.
Namun, Trump juga mengakui Iran masih memiliki kemampuan melakukan gangguan yang berbahaya meski berskala kecil. Ia menyatakan Teheran masih dapat mengirim drone, menebar ranjau di laut, atau meluncurkan rudal jarak dekat terhadap kapal yang melintas.
Sebagai peringatan, Trump mengancam akan memerintahkan penghancuran total fasilitas ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg apabila Teheran tidak menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial di area Selat Hormuz.

