BERITA TERKINI
Kemhan Tekankan Standar Baru Kompetensi SDM Pusat Teknologi Maritim Batekhan

Kemhan Tekankan Standar Baru Kompetensi SDM Pusat Teknologi Maritim Batekhan

Kementerian Pertahanan menetapkan penekanan baru dalam standar kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Pusat Teknologi Maritim Batekhan. Arah penguatan SDM difokuskan pada inovasi, digitalisasi, keberlanjutan, penerapan teknologi hijau, konektivitas lintas sektor, serta penelitian terapan yang berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan pengembangan SDM Teknologi Pertahanan Negara.

Dalam kerangka tersebut, SDM pertahanan dituntut adaptif terhadap transformasi digital dan berorientasi ramah lingkungan. Selain itu, kemampuan mengintegrasikan penelitian lintas disiplin strategis dinilai penting untuk menghasilkan solusi teknologi pertahanan yang unggul, berdaya saing global, dan mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

Untuk menghadapi tantangan itu, pengembangan kompetensi diarahkan pada percepatan inovasi dan digitalisasi, mendorong transisi menuju teknologi hijau, serta memperluas manajemen organisasi melalui koneksi lintas sektor. Strategi inovasi menitikberatkan pada penelitian terapan dan pembangunan berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah yang relevan dengan standar nasional maupun global.

Sejalan dengan kebutuhan penguatan tata kelola pengetahuan, organisasi dinilai perlu mengintegrasikan sistem informasi perpustakaan berbasis maritim agar pengelolaan data, pengetahuan, dan informasi dapat dilakukan secara terpusat, transparan, serta mudah diakses. Integrasi ini diharapkan mendukung efisiensi operasional, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, dan meningkatkan kualitas layanan publik di sektor maritim.

Selain pembenahan sistem, kebutuhan SDM juga mencakup tenaga kerja adaptif dengan latar belakang pendidikan yang beragam, mulai dari teknik desain kapal hingga teknologi bawah air. Dari sisi kompetensi teknis, bidang yang dibutuhkan meliputi elektronika dasar dan lanjutan, sistem kontrol dan otomatisasi, sensor dan radar, sistem komunikasi militer, sistem tertanam, serta sistem kontrol dan pemeliharaan senjata.

Kompetensi pendukung turut dipandang penting, antara lain manajemen proyek pertahanan, analisis risiko teknologi senjata, keamanan siber, serta pemahaman etika dan regulasi pertahanan. Kombinasi kemampuan teknis dan pendukung tersebut diproyeksikan membantu SDM memenuhi tuntutan era digitalisasi sekaligus menjaga keberlanjutan operasional organisasi.

Dalam aspek riset dan pengembangan, peran SDM diarahkan pada penelitian dan inovasi untuk merancang konsep senjata generasi baru, integrasi lintas platform darat, laut, udara, dan siber, serta memastikan kesiapan industri pertahanan melalui desain yang modern, dapat diproduksi, dan bersertifikat.

Untuk memperkuat capaian tersebut, organisasi juga disarankan membangun jaringan dengan universitas dan industri maritim. Kolaborasi ini ditujukan untuk mendorong penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan nasional, mempercepat transfer pengetahuan, memperkuat inovasi, dan menghasilkan solusi nyata yang mendukung kepentingan nasional secara menyeluruh.