Di tengah ketegangan geopolitik global, ancaman cuaca ekstrem, serta kekhawatiran krisis pangan dunia, kondisi pangan Indonesia dinilai masih aman.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, ketersediaan beras nasional saat ini disebut cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Total ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 27,99 juta ton.
Jumlah tersebut berasal dari beberapa sumber, yakni stok beras yang dikelola BULOG sebesar 3,76 juta ton, cadangan yang berada di masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi yang siap dipanen sekitar 1,73 juta ton.
Kinerja produksi pada awal tahun 2026 juga menunjukkan tren positif. Selama periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras nasional tercatat mencapai 16,92 juta ton.
Cadangan beras pemerintah turut dilaporkan terus meningkat. Saat ini, stok beras di gudang BULOG berada di kisaran 3,7 juta ton dan diperkirakan dapat bertambah hingga 5 juta ton dalam dua bulan ke depan seiring berlangsungnya panen raya di sejumlah wilayah.
Tidak hanya beras, sejumlah komoditas pangan lain juga dinilai berada dalam kondisi stabil. Pasokan ayam dan telur dilaporkan surplus, sementara ketersediaan pupuk bersubsidi disebut tetap terjaga dengan penurunan harga sekitar 20 persen.
Berbagai capaian tersebut mencerminkan langkah pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan nasional agar tetap aman dan terkendali bagi masyarakat.

