BERITA TERKINI
Kemendag Dorong Perundingan Dagang untuk Buka Pasar Baru, Targetkan Perjanjian Indonesia-GCC Rampung Awal 2026

Kemendag Dorong Perundingan Dagang untuk Buka Pasar Baru, Targetkan Perjanjian Indonesia-GCC Rampung Awal 2026

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai Indonesia perlu membuka pasar-pasar baru untuk meningkatkan kinerja perdagangan ekspor di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Direktur Perundingan Bilateral Kemendag, Danang Prasta Danial, mengatakan Indonesia akan menjalani sejumlah perundingan perdagangan yang dapat menjadi salah satu langkah di tengah dinamika global tersebut. Salah satunya adalah perundingan perdagangan antara Indonesia dan negara-negara yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC) yang diharapkan dapat saling menguntungkan.

Menurut Danang, Perjanjian Indonesia-GCC ditargetkan dapat diselesaikan pada awal 2026. Ia menyampaikan harapannya agar perjanjian ini dapat membantu pelaku usaha Indonesia memasuki pasar negara-negara di kawasan Teluk. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Outlook Perjanjian Perdagangan Internasional Indonesia: Capaian dan Rencana Strategis Ke Depan pada Kamis (16/10/2025).

Danang juga berharap kesepakatan yang tercapai dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mendorong ekspor ke negara-negara anggota GCC, yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Untuk memaksimalkan manfaat perjanjian perdagangan seperti Indonesia-GCC, Danang menekankan pentingnya pemahaman teknis dari isi perjanjian oleh para eksportir. Pelaku usaha juga perlu mengetahui produk apa saja yang dapat diekspor serta tarif yang diperoleh melalui skema perjanjian tersebut.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus melakukan diseminasi informasi publik agar pelaku usaha Indonesia, khususnya eksportir, dapat memanfaatkan perjanjian perdagangan dan memahami ketentuannya secara menyeluruh.