Kekhawatiran terhadap potensi krisis minyak akibat penutupan Selat Hormuz imbas konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong sebagian konsumen mulai melirik kendaraan listrik sebagai alternatif dari kendaraan konvensional.
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel disebut memicu kondisi stok minyak mentah dunia yang semakin sulit didapat. Situasi tersebut berdampak langsung pada ketersediaan serta biaya bahan bakar, sehingga kendaraan listrik dinilai menawarkan pilihan yang lebih stabil secara ekonomi.
Tren pergeseran minat ini terlihat di Australia. Mengutip Australian Broadcasting Corporation, data Google Trends menunjukkan hampir tiga kali lebih banyak warga Australia mencari informasi terkait kendaraan listrik pada 23 Maret dibandingkan 27 Februari, sehari sebelum Amerika Serikat mulai membombardir Iran dan harga minyak dilaporkan mulai meroket.
Peningkatan relative search volume (RSV) itu merepresentasikan kenaikan 278% dalam jumlah pencarian kendaraan listrik di Australia pada periode tersebut.

