BERITA TERKINI
Kapolri Jelaskan Alasan Prabowo Masuk Board of Peace dan Diplomasi Tarif Impor di Tengah Konflik Global

Kapolri Jelaskan Alasan Prabowo Masuk Board of Peace dan Diplomasi Tarif Impor di Tengah Konflik Global

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan latar belakang keputusan Presiden terpilih Prabowo Subianto bergabung dalam Board of Peace (BOP). Penjelasan itu disampaikan Sigit saat menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar TNI-Polri di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/3/2026), di tengah dinamika konflik global yang kian memanas, khususnya di Timur Tengah.

Sigit menilai konstelasi geopolitik dunia saat ini diwarnai berbagai invasi dan agresi konflik, terutama di kawasan Teluk yang melibatkan Israel dan Palestina. Ia menyebut perkembangan konflik belakangan turut melibatkan Amerika Serikat dan Iran, sehingga berdampak pada situasi global, termasuk kondisi ekonomi dan keamanan di dalam negeri.

Menurut Sigit, pemerintah Indonesia terus berupaya menyikapi situasi tersebut agar konflik dapat segera berakhir. Ia menyampaikan bahwa Prabowo beberapa waktu lalu mengumpulkan para elite dan tokoh nasional untuk membahas sikap Indonesia terhadap situasi global. Dalam pertemuan itu, Prabowo menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok dalam rangka menjaga perdamaian dunia.

Terkait keputusan masuk BOP, Sigit mengatakan langkah tersebut diambil agar Indonesia tetap memiliki ruang untuk menyuarakan perdamaian di tingkat internasional. Ia mengakui keputusan itu sempat menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak, namun dipandang penting ketika lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau negara-negara besar yang selama ini bertugas menjaga perdamaian dinilai tidak lagi didengar.

“Namun di sisi lain manakala lembaga-lembaga universal seperti PBB ataupun negara-negara besar yang selama ini bertugas untuk menjaga perdamaian tidak didengar oleh Amerika Serikat, maka kemudian mau tidak mau Bapak Presiden mencoba untuk masuk di BOP,” kata Sigit. Ia menambahkan, “Sehingga tetap masih ada kesempatan untuk bicara tentang perdamaian di Timur Tengah dan ini yang sedang beliau lakukan.”

Selain isu geopolitik, Sigit juga menyinggung upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Ia mencontohkan kebijakan perang tarif yang sempat diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap berbagai negara.

Sigit menyatakan, melalui diplomasi yang dilakukan Prabowo, tarif impor Indonesia ke Amerika Serikat yang semula mencapai 32 persen berhasil ditekan menjadi 19 persen. “Alhamdulillah berkat diplomasi yang dilaksanakan oleh Bapak Presiden pada saat itu, dari angka tarif kita 32 persen untuk impor ke Amerika bisa diturunkan menjadi 19 persen,” ujarnya.

Menurut Sigit, langkah tersebut merupakan bagian dari diplomasi perdagangan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global. Pernyataan Kapolri itu disampaikan dalam acara buka puasa bersama keluarga besar TNI-Polri pada Rabu (11/3/2026).