BERITA TERKINI
Kalender Ekonomi Asia Pekan Ini: PMI China, Survei Tankan Jepang, dan Inflasi Jadi Sorotan di Tengah Dampak Perang Timur Tengah

Kalender Ekonomi Asia Pekan Ini: PMI China, Survei Tankan Jepang, dan Inflasi Jadi Sorotan di Tengah Dampak Perang Timur Tengah

Pekan ini, kalender ekonomi Asia akan dipenuhi sejumlah rilis data utama, mulai dari PMI Manufaktur dan Non-Manufaktur China, Survei Tankan Bank of Japan, hingga data inflasi Tokyo. Sejumlah indikator tersebut dipantau untuk membaca arah aktivitas ekonomi kawasan sekaligus menilai sejauh mana dampak perang di Timur Tengah mulai terasa melalui jalur energi, inflasi, produksi, dan perdagangan.

Dari China, PMI diperkirakan masih berada di zona kontraksi. Namun, laju penurunannya diproyeksikan melambat seiring berakhirnya periode libur Imlek. Kondisi ini dinilai mencerminkan mulai terasa dampak guncangan energi dari Timur Tengah.

Di Jepang, Survei Tankan—laporan ekonomi triwulanan Bank of Japan yang mengukur sentimen dan kondisi bisnis—diperkirakan tetap menunjukkan kepercayaan bisnis yang solid. Proyeksi ini didukung lonjakan sektor semikonduktor, sejalan dengan akselerasi ekspor Jepang.

Meski demikian, produksi industri Jepang diperkirakan melemah secara bulanan karena faktor musiman. Sementara itu, India diproyeksikan mencatat peningkatan output sebelum tekanan baru dari kenaikan harga energi dan gangguan logistik mulai terasa.

Tekanan inflasi tetap menjadi tema utama di kawasan, terutama di tengah kenaikan harga minyak akibat perang di Timur Tengah. Inflasi Indonesia diperkirakan melandai, tetapi masih relatif tinggi karena faktor permintaan domestik dan periode Ramadan.

Di sisi lain, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Pakistan menghadapi risiko kenaikan inflasi yang dipicu lonjakan harga energi. Secara umum, rangkaian data pekan ini dipandang sebagai indikator awal untuk mengukur seberapa jauh dampak perang Timur Tengah merambat ke inflasi, produksi, dan perdagangan di Asia.