Mimpi Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 mendapat pukulan setelah tim nasional kalah 0-1 dari Irak. Hasil tersebut membuat Indonesia belum meraih poin usai menjalani dua pertandingan di Grup A, setelah sebelumnya juga menghadapi Arab Saudi, dan kini berada di posisi terbawah grup.
Kekalahan dari Irak juga berdampak pada peringkat dunia FIFA. Tim asuhan pelatih Patrick Kluivert disebut kehilangan 6,53 poin akibat hasil tersebut. Jika digabung dengan kekalahan dari Arab Saudi, total pengurangan poin yang diterima Indonesia mencapai 13,21 poin.
Penurunan poin itu membuat Indonesia turun tiga peringkat dari posisi 119 ke 122 dunia. Indonesia juga kehilangan posisi ketiga di kawasan Asia Tenggara yang kini ditempati Malaysia. Malaysia memperoleh tambahan 6,77 poin setelah menang atas Laos dan naik empat peringkat ke posisi 119 dunia.
Di Asia Tenggara, Vietnam naik satu peringkat ke posisi 113 dunia setelah mendapatkan 6,98 poin dari kemenangan atas Nepal. Thailand juga menambah 6,71 poin usai menang melawan Chinese Taipei dan naik ke peringkat 98 dunia. Thailand menjadi satu-satunya tim Asia Tenggara yang berada di 100 besar peringkat dunia.
Setelah Indonesia tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia 2026, sebagian penggemar menyerukan agar Kluivert mundur. Dalam konferensi pers, pelatih asal Belanda itu menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil pertandingan melawan Irak.
“Pertama-tama, saya sangat kecewa dengan hasil ini. Melihat pertandingan, kami bermain jauh lebih baik daripada lawan kami. Saya kecewa dengan hasil akhirnya. Bukan hanya saya, tetapi para penggemar dan pemain Indonesia pun merasakan hal yang sama,” kata Kluivert.
Ia juga menilai timnya telah berkembang sepanjang perjalanan kualifikasi. “Saya percaya Indonesia meraih hasil yang baik di kualifikasi Piala Dunia 2026. Kami telah jauh lebih matang setelah perjalanan ini, baik secara individu maupun kolektif. Sulit membayangkan mimpi Piala Dunia akan sirna setelah kerja keras tim,” ujarnya.

