Sebuah kajian berupaya mendeskripsikan unsur intrinsik dalam pertunjukan Teater Koma berjudul “Wabah” karya Budi Ros yang dipentaskan pada 2021 di Sanggar Seri Panakawan. Penelitian tersebut menempatkan pertunjukan teater sebagai objek kajian sastra, dengan menekankan analisis pada struktur karya.
Latar belakang kajian
Dalam kajian ini, teater dipandang sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan yang menggambarkan kehidupan manusia sehari-hari. Penulis kajian juga menegaskan bahwa istilah “teater” kerap disamakan dengan “drama”, meski keduanya memiliki pengertian yang tidak sepenuhnya sama.
Merujuk pada penjelasan Wijaya (2007), teater berasal dari bahasa Yunani theatron yang merujuk pada panggung atau tempat berlangsungnya peristiwa tontonan. Sementara itu, “drama” juga disebut berasal dari bahasa Yunani dan dimaknai sebagai dialog dalam bentuk puisi atau prosa dengan keterangan laku.
Dalam pertunjukan drama, para pelaku menjalankan peran sesuai cerita untuk menyampaikan makna. Teks tertulis yang memuat rancangan laku tersebut disebut lakon atau naskah. Teater, dalam pengertian yang lebih sempit, dipahami sebagai drama yang dipentaskan di atas panggung dengan media percakapan, gerak, dan laku, serta ditunjang unsur lain seperti dekor, musik, nyanyian, tarian, dan rias.
Selain itu, teater juga disebut sebagai seni tampil verbal yang melibatkan aktor di panggung atau podium, dengan dukungan latar belakang dan properti panggung. Pertunjukan teater diposisikan pula sebagai karya sastra yang mengungkapkan cerita melalui dialog antartokoh (Alex Sobur, 2014).
Pendekatan dan metode penelitian
Penelitian menggunakan pendekatan objektif dengan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan objektif memandang karya sastra sebagai dunia yang otonom, sehingga analisis difokuskan pada struktur karya itu sendiri. Karena itu, pendekatan ini juga disebut sebagai pendekatan struktural.
Dalam kerangka tersebut, proses analisis diarahkan pada pemahaman bagian-bagian karya dalam menyangga keseluruhan, sekaligus melihat keseluruhan karya sebagai susunan dari bagian-bagiannya (Sayuti, 2001). Dengan demikian, pemaknaan karya dilakukan melalui pembacaan atas strukturnya.
Temuan utama
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertunjukan Teater Koma “Wabah” dibangun dengan unsur intrinsik teater yang lengkap. Kajian tersebut menyebut terdapat delapan unsur intrinsik yang ditemukan dalam pertunjukan tersebut.
Fokus kajian
- Objek kajian: pertunjukan Teater Koma “Wabah” karya Budi Ros.
- Tahun pementasan yang dikaji: 2021.
- Lokasi pementasan: Sanggar Seri Panakawan.
- Pendekatan: objektif/struktural.
- Metode: deskriptif kualitatif.
Melalui pendekatan tersebut, penelitian menempatkan pertunjukan teater bukan hanya sebagai peristiwa panggung, melainkan juga sebagai teks sastra yang dapat dibedah melalui unsur-unsur intrinsiknya untuk memahami struktur dan makna yang dibangun di dalamnya.

