Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pelaku usaha di dalam negeri bersiap menghadapi dampak konflik geopolitik global yang kian memanas antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel. Kadin menilai situasi tersebut berpotensi menekan perekonomian dan aktivitas bisnis.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan dunia usaha perlu memperkuat ketahanan ekonomi nasional karena konflik berpeluang berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.
“Kami catat bahwa perang di Timur Tengah ini bisa berlangsung mungkin lebih lama dari yang pertama kali kita prediksi. Jadi apakah itu 4–5 minggu mungkin suatu yang harus kita antisipasi,” kata Anindya dalam siaran resminya, Selasa (10/3/2026).
Menurut Anindya, ketegangan geopolitik global dapat memicu tekanan terhadap berbagai sektor ekonomi. Karena itu, pelaku usaha diminta memperkuat fondasi bisnis untuk membantu menjaga stabilitas nasional.
Dalam kondisi tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga tiga aspek utama, yakni ketahanan energi, ketahanan pangan, dan stabilitas nasional.

