Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung kerja sama Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) serta Dewan Penasihat Bisnis APEC (APEC Business Advisory Council/ABAC).
Pernyataan itu disampaikan Anindya dalam Opening Ceremony ABAC Meeting I 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu. Ia mengatakan Indonesia siap mendukung kerja-kerja ABAC yang berdampak dan berorientasi pada aksi, sekaligus menegaskan dukungan terhadap APEC dan ABAC di bawah kepemimpinan China.
APEC 2026 mengusung tema “Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama” (Building an Asia-Pacific Community to Prosper Together). Menurut Anindya, dengan memprioritaskan keterbukaan, inovasi, dan kerja sama yang erat di kawasan Asia-Pasifik, APEC dinilai sejalan dengan prinsip dan prioritas pemerintah Indonesia.
Anindya juga berharap ABAC dapat menerjemahkan realitas geopolitik serta dinamika bisnis global saat ini ke dalam rekomendasi kebijakan yang praktis. Ia menyebut rekomendasi tersebut diharapkan dapat disampaikan kepada para pemimpin di Shenzhen pada akhir November mendatang.
Sebelumnya, APEC resmi meluncurkan agenda 2026 dengan menekankan penguatan integrasi ekonomi dan kerja sama kawasan di tengah berbagai tantangan global. Para pejabat tinggi dari 21 ekonomi anggota APEC berkumpul di Guangzhou, China, untuk menghadiri rangkaian pertemuan yang berlangsung pada 1–10 Februari.
Sekretariat APEC menyatakan China sebagai tuan rumah mengangkat tema “Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama.” Tema tersebut disebut menegaskan komitmen China untuk memperdalam integrasi kawasan serta mempercepat kerja sama di Asia-Pasifik, yang dinilai sebagai kawasan ekonomi paling dinamis di dunia.
Ketua Pertemuan Pejabat Senior APEC 2026 Chen Xu menuturkan APEC 2026 menjadi momentum bagi seluruh ekonomi anggota untuk memperkuat persatuan, memperdalam kerja sama, dan mendorong kemakmuran bersama di kawasan Asia-Pasifik.

