Internet yang kini lekat dengan aktivitas sehari-hari memiliki perjalanan panjang sebelum menjadi layanan publik seperti sekarang. Pada 11 Maret, World Wide Web (WWW) disebut genap berusia 33 tahun, merujuk pada periode ketika WWW mulai diakses dan diperuntukkan bagi publik sejak 1989. Namun, cikal bakal internet sendiri telah dimulai sekitar lima dekade lalu melalui riset jaringan komputer.
Seiring perkembangan lebih dari tiga dekade, internet menjelma menjadi infrastruktur penting yang menghubungkan perangkat—mulai dari komputer, laptop, hingga ponsel pintar—dalam satu jaringan global. Dari situ muncul istilah “online” yang berarti “dalam jaringan”. Perubahan ini turut menggeser cara masyarakat berkomunikasi, mengakses berita, memesan layanan transportasi dan makanan, membeli tiket, hingga bekerja.
Sejarah singkat internet: dari riset militer hingga layanan publik
Perjalanan internet modern kerap ditandai oleh beberapa tonggak utama, mulai dari ARPANET hingga lahirnya WWW.
- 1969: Gagasan awal ARPANET
Pada Oktober 1969, peneliti di Universitas California di Los Angeles (UCLA) mencoba mengirim data dari satu komputer ke komputer lain. Mereka berupaya mengirim tiga huruf “LOG” dalam bentuk kode biner, yang kemudian akan dilengkapi menjadi “LOGIN”. Keberhasilan eksperimen ini melahirkan proyek Advanced Research Projects Agency Network (ARPANET) yang dikembangkan untuk kebutuhan Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Jaringan yang awalnya menghubungkan empat komputer berkembang menjadi 13 komputer dalam setahun, dan pada 1981 disebut telah menghubungkan sekitar 231 komputer. - 1971: Surat elektronik pertama
Ray Tomlinson mengirim surat elektronik pertama melalui ARPANET. Dari peristiwa ini, simbol “@” mulai digunakan untuk memisahkan nama pengguna dan jaringan dalam alamat surel. - 1983: Standar komunikasi antarjaringan lewat TCP/IP
Robert Kahn dan Vinton Cerf mengembangkan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) yang memungkinkan pertukaran data tidak hanya dalam satu jaringan, tetapi juga lintas jaringan. ARPANET mengadopsi teknologi ini pada 1 Januari 1983. Langkah ini menjadi salah satu titik penting lahirnya internet sebagaimana dikenal saat ini. - 1989–1993: Lahir dan menyebarnya World Wide Web
Pada 12 Maret 1989, Tim Berners-Lee di CERN mengusulkan sistem manajemen informasi terdesentralisasi berbasis hypertext dan pencarian kata kunci untuk menghubungkan informasi yang tersebar. Pada 1990, Robert Cailliau membantu pengembangan usulan tersebut. WWW bertumpu pada HTML (untuk membangun laman) dan HTTP (untuk pertukaran hypertext). Sistem ini disebarluaskan pada April 1993 dan kian populer setelah rilis Mosaic pada November 1993, yang disebut sebagai mesin pencari pertama. - 2000-an: Jejaring sosial dan era perangkat mobile
Memasuki 2000-an, internet berkembang pesat ke arah jejaring sosial. Jejaring sosial disebut mulai muncul pada 2003, lalu setahun kemudian Mark Zuckerberg membangun Thefacebook.com untuk menghubungkan mahasiswa Harvard. Di sisi lain, pada 2007 Apple memperkenalkan iPhone yang mendorong tren ponsel pintar. Dalam satu dekade, layanan berlangganan mobile broadband disebut meningkat dari 268 juta menjadi 4,2 miliar secara global.
Pengertian internet dan fungsinya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), internet adalah jaringan komunikasi elektronik yang menghubungkan perangkat seperti komputer dengan berbagai fasilitas lain secara terorganisir ke seluruh dunia, melalui telepon atau jaringan satelit.
Merujuk buku Teknologi Informasi dan Komunikasi terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017), istilah internet berasal dari kata Latin inter yang berarti “antara”. Secara sederhana, internet dapat dipahami sebagai jaringan antar komputer di seluruh dunia yang terhubung menggunakan protokol TCP/IP.
Fungsi utama internet adalah menghubungkan perangkat satu dengan lainnya sehingga informasi dapat dipertukarkan dengan cepat dan luas. Dalam perkembangannya, internet digunakan untuk berbagai bidang, dari pendidikan hingga bisnis.
Perkembangan internet secara global
Perkembangan internet dapat dilihat dari beberapa aspek:
- Cakupan: banyak negara berupaya memperluas jangkauan internet, termasuk dengan dukungan satelit untuk menjangkau wilayah lebih luas.
- Transmisi data: teknologi pertukaran paket data terus berkembang sehingga proses pengiriman data menjadi semakin cepat dan andal.
- Kecepatan: evolusi jaringan bergerak dari 2G, 3G, 4G, hingga 5G yang kini menjadi generasi terbaru.
- Penggunaan: internet yang semula ditujukan untuk kebutuhan riset militer berkembang menjadi infrastruktur bagi pendidikan, sosial, politik, budaya, komunikasi, informasi, dan bisnis.
Penyebaran internet ke berbagai negara
Standar TCP/IP mendorong internet menyebar lebih luas. Pada 1986, Amerika Serikat membentuk National Science Foundation Network (NSFNET) untuk menggantikan peran ARPANET. NSFNET kemudian menghubungkan sejumlah jaringan internasional.
Perkembangan WWW pada awal 1990-an ikut mengubah internet dari layanan berbasis teks menjadi mampu menampilkan grafis. Buku Teknologi Informasi dan Komunikasi (2017) juga mencatat bahwa pada 1992 perangkat lunak Viola dirilis oleh Pei Wei untuk mengakses layanan “www.”. Pada 1993, sistem pendaftaran nama domain dan alamat IP semakin terstruktur, dan InterNIC dibentuk untuk layanan pendaftaran nama domain. Setelah itu, akses internet untuk masyarakat umum mulai disediakan perusahaan seperti Compuserve, America Online, dan Prodigy. Dalam periode sekitar 1994, Indonesia disebut mulai dapat mengakses internet.
Sejarah internet di Indonesia: dari paguyuban hingga ISP komersial
Menurut Onno W. Purbo dalam buku tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi, sejarah internet di Indonesia bermula sekitar awal 1990-an dan dikenal melalui “Paguyuban Network”. Sejumlah tokoh yang disebut berperan dalam pembangunan internet di Indonesia antara lain M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, serta Onno W. Purbo.
Periode pembangunan jaringan internet di Indonesia berlangsung sekitar 1992 hingga 1994. Pada 1994, layanan ISP pertama di Indonesia diluncurkan dengan nama IPTEKNET. Di tahun yang sama, PT IndoInternet (IndoNet) yang dipimpin paruh waktu oleh Sanjaya berdiri dan beroperasi. IndoNet disebut sebagai ISP komersial pertama milik Indonesia, memanfaatkan lisensi PT Lintas Arta, dengan sambungan awal menggunakan metode dial-up.
Masyarakat Indonesia dan internet saat ini
Perkembangan internet di Indonesia terus meningkat seiring kemudahan akses melalui berbagai perangkat. Data dari databooks mencatat, per Juni 2021 penetrasi internet Indonesia berada di peringkat ke-7 di Asia Tenggara. Jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 212,35 juta jiwa dari total penduduk yang diperkirakan sekitar 276,36 juta jiwa.
Pertumbuhan pengguna didorong oleh akses yang semakin mudah dan beragamnya penawaran paket kuota dari penyedia layanan. Pada masa pandemi Covid-19, internet juga menjadi sarana penting untuk hiburan, informasi, dan menunjang kegiatan pembelajaran bagi siswa maupun mahasiswa.
Dengan perkembangan tersebut, internet kian sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat modern, termasuk di Indonesia, baik untuk kebutuhan komunikasi maupun aktivitas ekonomi dan pendidikan.

