BERITA TERKINI
Isyarat Redanya Ketegangan Iran Dorong Harga Minyak Turun dari Puncak Sejak 2022

Isyarat Redanya Ketegangan Iran Dorong Harga Minyak Turun dari Puncak Sejak 2022

Harga minyak acuan global melemah dari level tertinggi sejak pertengahan 2022 setelah Presiden Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan untuk “mengurangi” upaya militer Amerika Serikat terhadap Iran. Pernyataan itu muncul beberapa pekan setelah konflik yang sempat mengguncang pasar energi global.

Minyak Brent sebelumnya ditutup di atas US$112 per barel, dengan kenaikan sepanjang pekan sekitar 9%. Namun, dalam perdagangan tipis setelah penutupan pasar, harga melemah ke sekitar US$108 per barel menyusul komentar Trump.

Meski harga terkoreksi, situasi di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian. Jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global itu dilaporkan hampir sepenuhnya tertutup. Pada Jumat, Trump mendesak negara-negara lain untuk membantu mengamankan jalur tersebut dan menyatakan selat itu perlu “dijaga dan diawasi” oleh negara-negara yang menggunakannya.

Sejumlah pelaku pasar menilai komentar Trump pada Jumat malam sebagai perubahan arah dari sinyal sebelumnya yang mengarah pada potensi eskalasi konflik. Pergerakan harga setelah pasar tutup dinilai berisiko mengejutkan investor yang sebelumnya telah menumpuk posisi bullish.