Pasar saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada Kamis, setelah Iran memberi sinyal tidak berniat menggelar pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut muncul di tengah informasi bahwa Teheran sedang meninjau proposal Amerika untuk mengakhiri perang, menurut keterangan menteri luar negeri Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pertukaran pesan antara kedua negara melalui mediator “tidak berarti Iran negosiasi dengan AS.”
Sebelumnya pada Rabu, media pemerintah Iran melaporkan negara itu akan menolak tawaran gencatan senjata dari Amerika Serikat dan telah menguraikan syarat-syaratnya sendiri untuk mengakhiri perang.
Thierry Wizman, ahli strategi valuta asing dan suku bunga global di Macquarie Group, menilai gencatan senjata tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Ia memperkirakan kemungkinan meningkatnya aksi militer oleh AS dalam dua pekan ke depan untuk mendorong Iran melakukan konsesi, sebelum operasi tempur besar dinilai berhasil, yang menurutnya bisa terjadi sekitar pertengahan April.
“Perang mungkin sekarang memasuki fase ketiga ‘bicara dan bertempur,’ daripada hanya bicara saja, atau hanya bertempur saja,” tulis Wizman dalam catatan analisanya.
Di pasar saham, indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak datar pada perdagangan awal. Di Jepang, Nikkei 225 menguat 0,28% dan Topix naik 0,43%. Sementara itu, Kospi Korea Selatan turun 1,55% dan Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil nyaris tidak berubah.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 25.268, dibandingkan penutupan terakhir indeks di 25.335,95.
Harga minyak stabil pada jam perdagangan Asia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,72% menjadi US$91 per barel.
Dari Wall Street semalam, Dow Jones Industrial Average naik 305,43 poin atau 0,66% dan ditutup di 46.429,49. Indeks S&P 500 menguat 0,54% menjadi 6.591,90, sementara Nasdaq Composite naik 0,77% ke 21.929,83.

